Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Upaya WHO Menekan Angka Perokok Usia Dini

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Jumlah perokok usia muda di Indonesia kian hari makin meningkat. Studi yang dilakukan Sekolah Kajian Stratejik dan Global Pusat Kajian Jaminan Nasional Universitas Indonesia menyebut sebanyak 33,03 persen pemuda usia 18-24 tahun masih menjadi perokok aktif.

Bahkan Regional Director of WHO South-East Asia Region Dr Poonam Khetrapal Singh mengatakan, secara global perokok usia muda merokok mulai usia 8-9 tahun. Hal itu diungkapkan oleh Poonam pada saat Youth Town Hall Asia Tenggara dan Nasional belum lama ini di Balai Kartini, Jakarta.

Ia mengatakan bahwa WHO telah memiliki instrumen advokasi untuk mengendalikan dan mencegah rokok di kalangan remaja. Salah satunya, dengan memberikan peringatan dini berupa gambar mengerikan akibat rokok pada bungkus rokok. Dengan begitu, para remaja bisa lebih mengetahui risiko penyakit yang akan datang akibat merokok.

“Hal kedua untuk membuat mereka tidak punya akses. Untuk itu, semua sekolah tidak boleh menjual rokok dan juga di seputar lingkungan sekolah, sehingga tidak mudah mereka untuk membeli rokok,” ujar Poonam.

Ia juga terus mengadvokasi agar menghentikan penjualan rokok batangan, terutama pada remaja. Karena dengan menjual rokok secara batangan akan lebih memudahkan anak untuk mengakses rokok.

“Kemudian juga dengan menaikkan pajak. WHO punya banyak penelitian bahwa menaikkan harga rokok, jumlah perokok akan turun dan akan sulit karena tidak punya cukup uang saku. Ini adalah langkah yang diadopsi di beberapa kawasan,” tutur dia.

Lebih jauh Poonam mengatakan bahwa rokok elektrik juga memiliki dampak serupa dengan rokok pada umumnya. Ini karena rokok elektrik juga mengandung nikotin. “Makanya kita juga harus fokus pada kegiatan yang positif agar mereka berhenti merokok, sehingga bisa keluar dari kebiasaan buruk itu,” ucap Poonam.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *