Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Turki, Negeri Impian Para Wisatawan Dunia

taufiqurokhman.com (Istanbul) – Bandara Internasional Ataturk Istanbul, Turki merupakan bandara paling ramai di Eropa dan menjadi pintu masuk wisatawan Indonesia yang menikmati perjalanan wisata di Turki. Keunikan negara berpenduduk hampir 80 juta ini, mulai terlihat pada saat keluar dari bandara. “Saya Sevgi, pemandu wisata Anda. Selamat menikmati keunikan dan keindahan Turki. Negara Turki terletak di dua benua yaitu Eropa dan Asia. Saat ini kita berada di Turki bagian Eropa,” kata pemandu wisata Sevgi Karakaya dengan bahasa Indonesia yang fasih.

Para wisatawan kemudian diantar menuju Istana Topkapi di Istanbul yang dulunya adalah pusat pemerintahan dan kediaman resmi Sultan Utsmaniyah. Saat ini kompleks bangunan megah itu difungsikan sebagai museum. Dari halaman sekitar istana dapat dinikmati pemandangan indah Selat Bosphorus yang memisahkan Turki bagian Eropa dan Asia. Selat sepanjang 30 km ini juga menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam.

Tidak jauh dari Istana Topkapi, wisatawan bisa berkunjung ke Hagia Sophia yang semula dibangun sebagai gereja lalu beralih fungsi menjadi masjid dan akhirnya menjadi museum. Di sekitar Hagia Sophia juga berdiri megah Masjid Biru (Blue Mosque).

Masih di kompleks kawasan itu juga, wisatawan bisa menikmati wisata belanja di Grand Bazaar. “Wisatawan Indonesia tidak akan merasa puas dan lengkap perjalanan wisatanya kalau tidak ke pusat perbelanjaan. Wajib hukumnya,” kata Meita Oping, salah seorang wisatawan Indonesia.

Turki bagian Asia, tepatnya di Semenanjung Anatolia yang juga kerap disebut Asia Kecil, juga menawarkan obyek wisata yang luar biasa. Mulai dari Canakkale yang terkenal dengan Trojan Horse, Kota Efesus yang merupakan peninggalan zaman Romawi, hingga kota Hierapolis, Pamukkale yang populer dengan cotton castle dan Kapadokia yang terkenal dengan balon udaranya. Sejumlah wisata sejarah lainnya seperti Ataturk Mausoleum di Ankara dan Melvana Museum juga tidak kalah menarik.

Turki dikenal dengan wisata rohani terutama bagi kaum Muslim dan Kristen. Meskipun negara ini berpenduduk mayoritas Islam, tetapi Turki memiliki sejarah kekristenan sehingga menjadi daya tarik istimewa bagi peziarah Kristiani. Perjalanan penginjilan Rasul Paulus dan wahyu kepada Yohanes di tujuh jemaat (Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, Laodikia), bahkan tempat kelahiran Rasul Paulus di Tarsus serta kota Antiokia, awal mula kekristenan yang kini menjadi destinasi wisata.

“Kami sangat menikmati perjalanan wisata di Turki ini. Negara ini sarat dengan sejarah peradaban masa lalu yang dikombinasikan dengan kehidupan modern yang dinamis. Kami menyaksikan langsung keindahan negara ini seperti yang sering tersaji dalam serial telenovela Turki di Indonesia. Turki memang luar biasa. Amazing,” kata Corry Rasuh, seorang rohaniwan asal Sulawesi Utara.

Para wisatawan Indonesia terkesan dengan pemeliharaan kawasan wisata yang dilakukan oleh pemerintah Turki dan pihak swasta secara profesional. Semuanya tertata dengan baik hingga pada penanganan toilet umum. Menurut Sevgi, wisatawan Asia menjadi pasar potensial dari para agen wisata Turki dan salah satu di antaranya adalah Indonesia. “Saya melihat peluang ini cukup besar dan berusaha menangkap peluang ini dengan memperlancar Bahasa Indonesia untuk melayani wisatawan Indonesia,” katanya.

Dedi Setiawan, perwakilan agen perjalanan Dwidaya mengatakan, berwisata ke Turki belakangan ini trennya terus meningkat. Dalam sebulan minimal diberangkatkan dua trip, masing-masing sekitar 20 wisatawan. Data dari Kementerian Pariwisata Turki menyebutkan jumlah wisatawan mancanegara ke Turki mencapai 32,4 juta orang (2017). Dari jumlah tersebut, sekitar 85.000 orang adalah wisatawan Indonesia

Makanan khas Turki yang terkenal di Indonesia yaitu kebab menjadi sajian favorit bagi wisatawan. Dalam melayani wisatawan Indonesia Sevgi tidak hanya menyajikan makanan khas Turki tetapi juga mengkombinasikan dengan menu masakan Tiongkok dan Indonesia. “Terutama makanan Indonesia. Kami pastikan para wisatawan dapat menikmati coto ayam, ayam goreng, bakwan, sambal dan menu lainnya di restoran Indonesia,” katanya.

Menjelang akhir perjalanan wisata di Turki, para wisatawan diajak berkunjung ke Warung Nusantara di distrik Seitinbruno, Istanbul. Ini satu-satunya restoran Indonesia yang ada di Turki. Pemilik restoran yaitu Seyhmus Ozdemir dan Meli serta para pelayanan restoran dengan cekatan melayani para tamu. Seyhmuz berkebangsaan Turki menikah dengan Meli, perempuan asal Kalimantan Barat. Mereka telah mengembangkan usaha restoran Indonesia selama lima tahun. “Restoran kami selalu dipadati para wisatawan Indonesia yang rindu masakan Indonesia,” kata Seyhmus.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *