Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Tahun 2019, New South Wales Akan Larang Ponsel di Sekolah Dasar

taufiqurokhman.com (New South Wales) – Mulai tahun 2019 mendatang, Pemerintah negara bagian New South Wales (NSW) di Australia akan melarang telepon seluler (ponsel) di seluruh sekolah dasar negeri. Tujuannya, untuk mengatasi bullying dan gangguan terhadap proses belajar. Kebijakan ini merupakan tindak-lanjut review yang dilakukan pakar psikologi Dr Michael Carr-Gregg pada Juni lalu.

Review yang menerima masukan dari 14 ribu responden serta 80 masukan tertulis menyoroti kasus-kasus murid yang saling berbagi gambar tak senonoh serta predator online dari orang tak dikenal. Untuk jenjang sekolah menengah, Pemerintah NSW memberikan kebebasan untuk menerapkan larangan serupa atau menerapkan kebijakan mereka sendiri.

Menteri Utama (Premier) NSW Gladys Berejiklian mengatakan ponsel menghadirkan tantangan baru bagi lingkungan sekolah, terkait dengan bullying dan gangguan proses belajar. “Kami ingin memastikan ponsel dan perangkat lainnya menjadi pelengkap pembelajaran siswa, dan ditangani di sekolah dengan cara yang sesuai tingkat usia,” katanya.

Perubahan ini akan memberikan batasan jelas di sekolah untuk memastikan teknologi tetap merupakan pendukung, bukan pengganggu. Jurubicara Oposisi NSW urusan pendidikan David Harris menyambut baik langkah ini. Menurut dia, penggunaan ponsel di sekolah telah menjadi mengganggu proses belajar.

Oposisi mendukung larangan ini, dengan syarat sekolah tetap membolehkan ponsel dalam program khusus untuk pelajaran tertentu. “Kami juga mendorong sekolah-sekolah menengah untuk mempertibangkan hal ini,” katanya.

Menteri Pendidikan NSW Rob Stokes mengatakan banyak sekolah menengah sudah memiliki strategi menangani ponsel siswanya. “Terkadang ponsel berguna dalam konteks sekolah menengah ketika digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar,” katanya.

Namun dia mengatakan ponsel bisa berbahaya dan menjadi pengganggu proses belajar. Dia mengatakan pihak akan melakukan konsultasi dengan sekolah-sekolah menengah untuk penerapan kebijakan ini. Stokes mengaku tidak khawatir dengan reaksi dari para murid. “Banyak komentar yang kami terima dari para siswa sendiri,” katanya.

Mereka sendiri, katanya, mengakui bahwa ponsel mengalihkan perhatian mereka saat jam pelajaran. Pengumuman kebijakan ini akan disampaikan pada awal pekan depan. Dr Carr-Gregg sebelumnya menyebut kemungkinan untuk mengizinkan ponsel lama yang tidak memiliki kamera atau akses internet. Dia menyebut banyaknya murid sekolah yang menggunakan aplikasi seperti Snapchat dan Instagram, dan mempertanyakan tentang apakah platform online tersebut cocok usia murid sekolah.

 

 

 

abc.au

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *