Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Sepanjang Tahun 2019, Akan Ada 5 Gerhana Bulan dan Matahari

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Akhir tahun lalu, kabar tentang gerhana bulan merah yang diprediksi terjadi pada 21-22 Januari 2019 sempat mencuri perhatian banyak orang lantaran dikaitkan dengan ramalan pertanda kiamat. Gerhana bulan tersebut bukan satu-satunya.

Menurut laman Sky & Telescope, akan ada lima gerhana baik matahari maupun bulan yang diperkirakan terjadi pada tahun 2019. Berikut ini daftarnya yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber.

1. 6 Januari – Gerhana Matahari Sebagian
Gerhana matahari pertama di 2019 akan berlangsung pada 6 Januari. Fenomena alam ini akan menjadi gerhana matahari parsial. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin, dalam keterangannya menyebut, gerhana matahari ini terjadi di Pasifik Utara dan tidak terlihat di Indonesia. Mereka yang berada di wilayah Asia Timur Laut dan Pasifik utara akan dapat menyaksikannya, termasuk China, Rusia, semenanjung Korea, Jepang, dan Tokyo, serta Taiwan.

2. 20–21 Januari – Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total akan menghiasi langit malam di belahan bumi barat, yaitu sebagian wilayah Eropa, dan seluruh Amerika. Indonesia tak dapat menyaksikan gerhana ini karena bertepatan dengan waktu siang hari.

3. 2 Juli – Gerhana Matahari Total
Pada 2 Juli, akan terjadi gerhana matahari total yang hanya dapat dilihat di belahan bumi bagian selatan. Menurut prediksi, gerhana matahari ini akan berlangsung selama 4 menit 33 detik. Jika ingin melihatnya, berarti harus menuju ke lokasi Pasifik selatan, sekitar 700 mil di utara Pulau Paskah, atau negara Argentina dan Chili.

4. 16 Juli – Gerhana Bulan Sebagian
Saat bulan Juli berusia dua minggu, gerhana bulan sebagian akan terlihat di langit Eropa, Afrika, Asia selatan, dan Australia.

5. 26 Desember – Gerhana Matahari Cincin
Fenomena langit tahun 2019 akan berakhir dengan gerhana matahari cincin pada 26 Desember, yaitu ketika bulan berada pada titik terjauh dari Bumi, sehingga bulan tidak akan menutupi matahari. Jalur gerhana ini akan terlihat di langit Semenanjung Saudi Arabia, India selatan, Sri Lanka, dan sebagian wilayah Indonesia.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *