Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Pengamat: Sudrajat Miliki Sifat Low Profile dan Gagasan Hebat Membangun Jabar

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Pada tahun 2004, langkah seorang Mayjen TNI (Purn) Sudrajat terhenti dari dunia kemiliteran karena masuk masa pensiun. Lalu, apakah langkahnya juga berhenti dalam melaksanakan tugas negara? Pada akhirnya, pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bagi Sudrajat adalah harga mati. Hal tersebut ditunjukannya dengan menerima tugas diplomatik sebagai Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok pada 2005 hingga 2009.

Sedikit melihat ke belakang, kiprah Sudrajat di dunia militer termasuk cemerlang. Pria kelahiran Sumedang, 04 Februari 1949 ini sudah pernah menduduki berbagai jabatan, termasuk Kapuspen TNI Departemen Pertahanan dan jabatan terakhirnya di Kementerian Pertahanan adalah Dirjen Strategi Pertahanan. Suami dari drg. Sally Salziah, Sp.OM., ini lulus dari Akademi Militer pada tahun 1971 untuk selanjutnya mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan seperti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Lemhanas, beberapa pendidikan militer di Australia dan Amerika Serikat.

Taufik-Sudrajat3Sudrajat juga memperoleh gelar Master of Public Administration (MPA) dari Harvard University, Amerika Serikat. Pada saat menjabat Dirjen Strategi Pertahanan, ayah Angki Arrihan dan Pasha Prakasa ini pernah ditugaskan untuk memimpin beberapa konferensi Internasional. Ia menjadi aktor di belakang kerjasama antara Indonesia dengan beberapa negara sahabat meliputi Australia,Amerika, ASEAN, dan Tiongkok.

Segudang prestasi yang dimiliki oleh Sudrajat ini tampaknya menjadi salah satu pertimbangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memilihnya menjadi Calon Gubernur Jawa Barat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)2018. Pengamat Ilmu Pemerintahan, Dr. Taufiqurokhman, M.Si., menilai, sosok Sudrajat memang sudah sangat layak menjadi calon gubernur Jawa Barat.

Ada beberapa alasan rasional yang membuat Taufiqurokhman mengemukakan penilaian tersebut, antara lain karena sikap Sudrajat yang low profile. “Salah satu yang paling rasional rakyat Jabar menjatuhkan pilihan kepada Pak Sudrajat adalah karena di kalangan para santri, beliau sudah sangat populis. Kualitas dan kapabalitasnya juga sudah familiar, dan di kalangan anak muda namanya juga sudah dikenal karena beliau memang juga sering turun ke komunitas-komunitas anak muda,” papar Taufiqurokhman.

Dikatakan oleh Taufiqurokhman, pada masa mendatang Jawa Barat membutuhkan sosok pemimpin yang merakyat. Lebih jauh Taufiqurokhman juga menilai bahwa Pilkada Jabar dan Pilkada DKI Jakarta yang baru saja usai, tidak akan sama dinamikanya. “Tipikal pemilih di DKI Jakarta dan Jabar sangat bertolak belakang. Terlebih pilihan utamanya masayarakat Jabar seperti figur Sudrajat,” terangnya.

Dinamika pemilih di Jawa Barat saat ini, kata Taufiqurokhman sangat baik dengan partisipasi jumlah pemilih mencapai 32 juta pemilih. “Bisa jadi pada Pilkada sekarang ini partisipasinya lebih tinggi. Salah satu alasannya Pilkada sekarang sangat strategis untuk Pemilihan Presiden dan Pemilihan Anggota Legislatif pada tahun 2019. Satu lagi yang perlu diingat, pemilih pemula nanti juga akan sangat aktif dan jumlahnya mencapai 43 persen dan Pak Sudrajat sangat concern mengadakan pendekatan pada segment pemilih. Diketahui, pemilih pemula yang usianya antara 15-30 tahun ini sangat aktif menggunakan gadget. Dan Pak Sudrajat cenderung memilih pembangunan manusia yang berkarakter dan berwawasan masa depan,” jelas Taufiqurokhman.

Taufik-Sudrajat4Masyarakat Jabar, kata Taufiqurokhman menginginkan sosok yang bukan hanya sekedar intelektual dan merakyat, tetapi dia juga harus memiliki gagasan hebat untuk membangun di 27 kabupaten/kota. “Alasan rasional lainnya adalah masyarakat Jabar sudah jenih dengan figur elitis. Bosan dengan figur yang didukung oleh media televisi tetapi gagasan dan idenya tidak bisa menyentuh pembangunan di seluruh kabupaten dan kota. Sementara Pak Sudrajat memiliki ide-ide jenius karena pengalamannya sebagai birokrat dan tahu persis bagaimana meningkatkan penghasilan asli daerah,” ujar Taufiqurokhman.

Bahkan kalangan akademis menyambut baik kehadiran calon gubernur Jabar seperti Sudrajat. “Hal paling penting untuk diketahui adalah, Pak Sudrajat sangat memperhatikan pengusaha dan beliau menjamin keamanan mereka jika beliau terpilih menjadi gubernur. Mengapa demikian, karena Pak Sudrajat yang agamis tahu persis dengan sikap seorang Muslim yang Rahmatan Lil Alamin. Itu artinya beliau siap mengayomi semua kalangan,” pungkas Taufiqurokhman.

rayu

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *