Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Pemanfaatan Dana Desa, Pemerintah Desa Harus Jeli Lihat Potensi

taufiqurokhman.com (Purbalingga) – Direktur Jendral Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti, mengatakan, penggunaan Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), harus disesuaikan dengan potensi yang ada di desanya masing-masing. Oleh sebab itu, pemerintah desa harus jeli mengamati potensi yang ada di desanya.

Dikatakannya, pemerintah desa jangan sampai hanya sekadar ikut-ikutan atau latah membangun di satu sektor, hanya karena di desa lain sektor tersebut berkembang pesat. ”Contohnya, karena melihat desa lain sukses membangun BUMDes di sektor pariwisata, desa lain akan ikut membangun BUMDes serupa,” jelasnya dalam acara Diseminasi Dana Desa di pendopo Setda setempat, Jumat (26/04/2019).

Astera Primanto Bhakti menyebutkan, potensi yang ada di masing-masing desa, tidak akan selalu sama. Bila dipaksakan, justru akan menghadapi kegagalan sehingga anggaran yang telah dialokasikan tidak termanfaatkan dengan baik. Untuk itu, Astera meminta agar upaya pemanfaatan potensi desa, harus didahului dengan proses musyawarah desa dengan menghadirkan perwakilan warga. Dengan demikian, upaya menentukan potensi desa yang bisa dikembangkan, akan menjadi lebih tepat.

Dalam kesempatan itu, Astera Primanto Bhakti juga mengingatkan agar pemerintah desa tidak hanya fokus menggunakan dana desa untuk pembangunan infrastruktur. Sektor pemberdayaan masyarakat, juga harus menjadi perhatian lebih karena secara tidak langsung dapat mengurangi angka kemiskinan. Untuk itu, aparatur pemerintah desa harus mulai mengubah mindsetnya. ”Yang tadinya fookus ke pembangunan infrastruktur untuk menyedot tenaga kerja, sekarang harus diubah menjadi jasa. Saya yakin sektor itu ke depan akan punya prospek yang bagus,” katanya.

Dia juga menyebutkan, ekses dari kucuran Dana Desa telah banyak membantu program pemerintah mengatasi masalah kemiskinan. ”Dari data yang kami terima, ada sekitar 6.500 desa di seluruh Indonesia yang telah terentaskan dari kemiskinan¬† setelah program Dana Desa di laksanakan. Kami ingin Kabupaten Purbalingga juga bisa¬† memperoleh manfaat serupa,” katanya.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat yang telah mengucurkan Dana Desa dengan nilai yang cukup besar. ”Melalui dana desa, Pemdes di Purbalingga lebih leluasa untuk menyejahterakan warganya,” ujarnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *