Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Lima Mahakarya Arsitektur yang Tak Pernah Selesai

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Menara Eiffel, Monumen Nasional, dan Colosseum merupakan beberapa bangunan bersejarah yang kemudian menjadi landmark bagi negara masing-masing. Ketiganya adalah karya arsitektur yang mengagumkan. Jika dilihat dari dekat, setiap detailnya begitu memukau.

Hampir setiap daerah, provinsi, dan negara memiliki landmark berupa bangunan dengan desain arsitektur berbeda-beda. Akan tetapi, terntara ada beberapa bangunan inbdah yang belum terselesaikan. Ada yang pembangunannya terkatung-katung dalam hitungan tahun. Ada pula yang menghadapi kendala finansial atau kendala lainnya hingga tak bisa diselesaikan hingga ratusan tahun kemudian. Berikut ini deretan mahakarya arsitektur yang pembangunannya tak pernah rampung.

1. Gereja Ayam – Indonesia
Meskipun lebih populer dengan nama Gereja Ayam, sebenarnya bangunan unik ini memiliki nama resmi Rumah Doa Bukit Rhema. Pendirinya adalah Daniel Alamsjah, seorang pengusaha. Terletak di bukit Dusun Gombong, Desa Kembanglimus. Jaraknya sekitar 2,5 kilometer saja dari Candi Borobudur.

Daniel mengaku mendapat mimpi yang membuatnya terinspirasi untuk mendirikan sebuah rumah doa. Harapannya rumah doa tersebut bisa menjadi pusat kegiatan dan meditasi bagi umat setiap agama. Juga menjadi pusat retret dan tetirah bagi orang-orang yang menderita penyakit.

Bukit Rhema dibangun dengan desain arsitektur yang unik. Menyerupai burung merpati raksasa yang memakai mahkota. Sayangnya krisis moneter di tahun 1997 membuat Daniel terpaksa menghentikan pembangunan. Dalam kondisi terbengkalai, bangunan yang kini dikenal dengan nama Gereja Ayam itu justru populer di kalangan traveler. Bahkan sampai menjadi pemberitaan internasional.

2. Ryugyong Hotel – Korea Utara
Ryugyong Hotel merupakan salah satu bangunan termegah di Pyongyang, Korea Utara. Hotel dengan bentuk menyerupai piramida ini dibangun sejak tahun 1987. Seharusnya konstruksi rampung pada tahun 1989 dan menjadi hotel tertinggi di dunia pada saat itu. Walaupun begitu, konstruksi terhenti karena krisis ekonomi.

Eksterior Ryugyong Hotel rampung pada tahun 2012, namun pembangunan masih jauh dari selesai. Hotel dengan 3.000 kamar ini juga mulai dibuka untuk turis asing. Menurut para tamu, bangunan yang terdiri dari 105 lantai tersebut memang menakjubkan. Namun hampir tak ada apa-apa di dalamnya. Pelayanannya pun jauh dari standar hotel bintang 3.

3. Crazy Horse Memorial – Amerika Serikat
Di South Dakota, Amerika Serikat terdapat sebentuk kepala raksasa yang diukir langsung dari tebing utuh Black Hills. Itulah Crazy Horse Memorial, struktur yang diniatkan untuk menjadi tandingan Mount Rushmore. Penggagas Crazy Horse Memorial adalah Henry Standing Bear, kepala suku pribumi Oglala Lakota.

Konstruksi dimulai sejak tahun 1948, dipahat dari bukit setinggi 172 meter. Memorial dibentuk seperti miniatur patung Crazy Horse, seorang pejuang dari suku Oglala Lakota yang mengabdikan hidupnya untuk menghalau serangan tentara Amerika. Crazy Horse Memorial dirancang oleh Korczak Ziolkowski. Setelah meninggalnya sang perancang asli pada tahun 1982, pembangunan memorial jadi terbengkalai.

4. Sagrada Familia – Spanyol
Sagrada Familia, gereja menakjubkan yang desainnya terinspirasi oleh alam dan keyakinan, telah dibangun sejak 1882. Lebih dari 130 tahun, bangunan ini belum rampung. Saat ini basilika sudah 70 persen selesai, namun pembangunan struktur diperkirakan baru komplet pada tahun 2026. Sementara dekorasi interiornya diestimasi selesai pada tahun 2032.

Total biaya pembangunan gereja Katolik Roma yang terletak di Barcelona hampir tidak mungkin untuk dihitung, tetapi anggaran tahunan sekarang adalah sekitar $ 27 juta dan dibayar dengan dana gereja serta donasi pribadi. Keindahan Sagrada Familia menjadikan tempat ini sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Terutama bagian interiornya yang dirancang dengan perhitungan matematika sempurna oleh arsitek Antoni Gaudi.

5. Hassan Tower – Maroko
Menara masjid yang tak terselesaikan ini dimaksudkan untuk menjadi menara terbesar di dunia ketika pembangunan dimulai pada tahun 1195. Menara yang juga dikenal dengan nama Tour Hassan ini terletak di ibukota Maroko, Rabat. Proyek pembangunan digagas oleh Yaqub al-Mansur sebagai memorial atas kemenangan sultan dari orang-orang Kristen Spanyol.

Bangunan ini seharusnya menjadi menara tertinggi di dunia, dan masjid yang akan menjadi bagiannya akan menjadi yang terbesar. Namun proyek berakhir dalam waktu empat tahun setelah kematian al-Mansur. Saat ini Hassan Tower memiliki ketinggian 44 meter, setengah dari rencana awal. Jika saja proyek sempat rampung, bangunan itu bisa menampung 20.000 jemaah sekaligus. Pada tahun 2012, Hassan Tower dianugerahi Status Warisan Dunia UNESCO.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *