Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Lavender dan Sereh Ternyata Mampu Tangkal DBD

taufiqurokhman.com (Bogor) – Musim penghujan biasanya disertai dengan berbagai virus dan penyakit. Salah satunya yang saat ini marak di beberapa daerah adalag demam berdarah dengue (DBD). Oleh sebab itu, sebaiknya kita waspada dengan pola hidup sehat.

Selain itu, terdapat cara unik yang dapat menangkal penyebaran virus yang menyebabkan demam berdarah dengue (DBD), yakni menanam jenis tanaman yang tidak disukai nyamuk Aedes aegypti. “Kita bisa menanam tanaman seperti lavender dan sereh, nanti ditaruh di setiap ruangan. Aromanya tidak disukai nyamuk,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sari Chandrawati, Senin (04/02/2019).

Selain cara itu, kata dia, pencegahan penyebaran virus dengue dapat dilakukan dengan tidak menggantung pakaian bekas pakai di dalam ruangan rumah. Dia menjelaskan, nyamuk Aedes aegypti sangat menyukai aroma keringat manusia yang tertempel di pakaian yang telah dipakai.

Sari juga menjelaskan, dalam upaya menanggulangi penyebaran virus dengue, masyarakat juga diimbau untuk selalu menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara menguras, menutup, memantau, san menimbun (3M Plus) di lingkungannya masing-masing. Kegiatan tersebut, kata dia, harus dilakukan secara rutin tiap minggu sekali. “Mengingat jentik nyamuk akan berubah menjadi nyamuk dalam kurun waktu yang relatif cepat pada musim seperti ini, bisa tujuh hari, kadang bisa juga hanya tiga hari saja,” kata dia.

Dia menjelaskan, program tersebut harus rutin dijalankan mengingat dalam kurun waktu satu bulan saja (Januari 2019) tercatat terdapat 132 kasus DBD di Kota Bogor yang mana tiga orang di antaranya meninggal dunia. Dari keseluruhan korban yang meninggal dunia, kata dia, berasal dari kalangan anak-anak.

Dia menilai, kasus DBD memang rentan menjangkit kalangan usia sekolah mulai dari usia 5-15 tahun. Oleh karena itu dia mengatakan, Dinkes Kota Bogor melakukan pantauan PSN 3M Plus ke sejumlah instansi, sekolah, puskesmas, dan juga tempat-tempat umum satu pekan sekali pada Jumat. “Selain itu kami juga mengimbau kepada warga kalau merasa tidak enak badan, langsung periksakan ke dokter. Karena kadang ada gejala DBD yang gejalanya tidak normal, ada yang tidak muncul ruam merah di kulita dan hanya badannya hangat saja nggak tahunya kena DBD,” kata Sari.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *