Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Kenali 5 Makanan yang tidak Boleh Dimakan Mentah

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Ada banyak makanan dan bahan makanan yang sebaiknya kita hindari dalam keadaan mentah atau kurang matang. Hal itu karena bisa terjadi kontaminasi silang atau mengandung racun. Inilah lima di antaranya yang harus Anda ketahui seperti yang disiarkan Medical Daily News, Selasa (22/01/2019).

Adonan Kue
Bulan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS mengeluarkan peringatan penting menjelang musim liburan. Peringatan tersebut berisi larangan untuk mencicipi atau makan adonan kue mentah. Salah satu alasannya karena telur mentah yang biasa dicampurkan dalam adonan kue bisa mengandung bakteri salmonella. Tepung juga bisa mengandung jenis bakteri berbahaya seperti E-coli. Kontaminasi ini kemungkinan disebabkan paparan kotoran hewan yang ada di dalam dan sekitar ladang gandum.

Kentang
Kentang mentah, terutama yang hijau atau bertunas, menghasilkan solanin. Alkaloid beracun dapat menyebabkan diare, mual, kram, dan sakit kepala. Dalam kasus yang jarang terjadi, bahkan menyebabkan efek yang mengancam jiwa, Anda sangat tidak dianjurkan untuk makan kentang yang masih hijau meskipun dimasak. “Selain solanin, kentang mentah mengandung pati yang tahan dicerna,” kata kepala petugas nutrisi di Terra’s Kitchen, Lisa Davis. Risikonya Anda bisa terkena masalah pencernaan yang serius.

Singkong
Singkong berbahaya jika dikonsumsi mentah atau setengah matang karena mengandung senyawa yang diubah menjadi hidrogen sianida dalam tubuh. Ini dapat menyebabkan gejala ekstrem, seperti pernapasan cepat, tekanan darah turun, pusing, muntah, diare, kebingungan, dan kejang-kejang. Standar Makanan Australia dan Selandia Baru menyarankan untuk mengupas dan mengiris singkong dan kemudian memasaknya. Caranya bisa dengan memanggang, menggoreng, dan merebus.

Kacang Merah
“Makan kacang merah mentah dapat menyebabkan mual ekstrem, muntah parah, dan diare dari lektin yang terjadi secara alami, phytohaemagglutinin,” ujar ahli diet perusahaan di Medifast, Jennifer Christman. Untuk menghilangkan toksinnya, dia menjelaskan kacang perlu direndam selama lima jam. Selanjutnya, Anda harus mengalirkan air dan merebus kacang yang direndam dalam air segar selama setidaknya 30 menit. Perlu diingat, ini tidak berlaku untuk kacang merah kalengan yang hanya perlu dipanaskan.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *