Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Gugatan JK ke MK untuk Judicial Review adalah Hak Konstitusional

taufiqurokhman.com (Ciamis) – Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Armenia, dan Georgia, Yuddy Chrisnandi, mendukung Jusuf Kalla (JK) kembali menjadi pendamping Jokowi. Menurut Yuddy Chrisnandi sejauh yang dia pahami dari berbagai macam pemberitaan dan dinamika politik, calon wakil presiden terbaik yang ada di kantong Jokowi adalah Pak Jusuf Kalla. “Calon Cawapres terbaik di kantong Pak Jokowi adalah  JK,” ujar Yuddy usai melakukan silaturahmi bersama santri Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Jawa Barat, Selasa (30/07/2018).

Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) ini menilai Jokowi tentunya memiliki referensi calon pendampingnya di Pilpres 2019. Karakter cawapres itu memiliki langkah yang sama untuk memajukan Indonesia. Secara pribadi, Yuddy mendukung proses judicial review  terhadap JK yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK).  Bila MK menyetujui, JK merupakan calon terbaik untuk  mendampingi Jokowi. “Mudah-mudahan MK mengabulkan para pemohon untuk bisa memperkenankan Pak Jusuf Kalla secara konstitusional maju kembali menjadi calon wakil Presiden,” ucapnya.

Pengamat Kebijakan publik Dr. Taufiqurokhman sangat memaklumi adanya penolakan dari Para Akademisi terhadap penolakan Jusuf Kalla ke MK tentang jabatan wakil presiden berturut-turut. “Itu hal biasa dalam negara demokrasi di Indonesia,” tegas Taufiqurokhman

Hanya saja, katanya, masyarakat dan akademisi juga harus memberi ruang konstitusional pada JK untuk menjalankan Hak konstitusiinal yang dijamin dalam negara Hukum. Dirinya percaya dengan ajuan JK justru akan menambah kepastian hukum dalam Undang-undang Pilpres yang dianggap masih menjadi multi Tafsir dalam hal kakimat Berturut-turut.

Taufiqurokhman mengajak para akademisi dan masyarakat untuk sama-sama menjaga demokrasi agar lebih maju lagi dengan saling menghargai hak konstitusional masing-masing, khususnya dalam ruang pengambilan keputusan di MK yg menjadi ranahnya. Para akademisi, menurut Taufiqurokhman menyuarakan opininya dalam kerangka melakukan uji publik agar MK tetap dalam koridor independensinya untuk bisa menterjemahkan kepentingan bangsa dan negara.

Taufiqurokhman yang bahwa MK akan berjalan sesuai koridor kewenanganya dan tidak ada polisitisasi dalam menanggapi pernyataan-pernyataan baik yang mendukung JR ataupun yang Menolaknya. “Mari kita dukung Mahkamah Konstitusi dalam memutuskan JR dari JK dan partai Perindo agar Pilpres dapat berjalan dalam koridor hukum. sehingga semuanya dapat saling mempercayai,” terang Taufiqurokhman.

Taufiqurokhman sangat mendukung jika JR pak JK dikabulkan agar bisa mendampingi Jokowi menjadi Wapres di periode kedua. “Banyak Program-program Nawacita yang masih perlu dilanjutkan. Walaupun keputusan tersebut sebenarnya hak prerogatif Pak Jokowi,” pungkas Taufiqurokhman

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *