Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Gelar Lomba Lari, Kepulauan Mandeh Makin Terekspos

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Meski pelan, keindahan Kepulauan Mandeh, Sumatera Barat mulai dikenal. Jalan akses wisata Mandeh yang baru saja selesai dibangun turut mengekspos keindahan Mandeh ke mata dunia. Begitu indhanya, hingga kawasan ini kemudian disebut-sebut sebagai Raja Ampat Sumatera. Agar lebih terekspos, kawasan ini akan segera digunakan sebagai jalur lomba lari BRI Mandeh Run 2019 yang digela pada 03 Maret 2019 mendatang.

Begini gambaran keindahan Mandeh seperti diceritakan oleh Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang ditemui usai jumpa pers BRI Mandeh Run, di Kantor Kementerian Pariwisata RI, Jakarta Pusat, Selasa, (14/01/2019). “View di pinggir pantai (sea view). Di Puncak Paku ada rest area spot-nya tempat matahari terbenam. View-nya langsung ke teluk desanya Nyalo (Sungai Nyalo),” ujar Hendrajoni.

Hendrajoni bahkan menggambarkan keindahan bawah laut kawasan Mandeh yang menyuguhkan gugusan pulau membentang melingkar seluas 18 ribu hektare di Teluk Carocok, hingga begitu dikagumi setiap orang yang datang atau bahkan sekadar melintas di sepanjang pantai pasir putih tersebut. “Banyak ikan warna-warni. Ada orang Italia main ke Pulau Cubadak (kawasan Mandeh). Orang di situ menyelam, ikannya bagus sekali. Di situ selain ikan juga ada kapal zaman Belanda tenggelam. Tempat itu sekarang jadi wisata menyelam,” imbuhnya.

Lomba lari yang akan digelar tanggal 3 Maret 2019 itu merupakan salah satu bentuk wujud syukur atas selesainya proses pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 41 kilometer yang membentang dari Padang hingga kawasan Mandeh. Tidak hanya diikuti oleh atlet dan juga masyarakat pecinta olahraga, keindahan Mandeh di sepanjang jalan lomba lari ini juga akan menjadi spot Instagramable bagi para generasi milenial.

Tertarik untuk bergabung bersama dua pendaftar pertama event ini bersama Melissa Karim dan Ibnu Jamil, informasi lomba bisa diperoleh melalui situs dan akun Instagram resmi @brimandehrun. Biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu untuk lomba lari 5K, Rp175 ribu untuk 10K, Rp250 ribu untuk 21K nasional dan Rp350 ribu untuk 21K internasional (WNA).

Harga tersebut sudah termasuk fasilitas yang telah disiapkan khusus oleh panitia. Para pemenang juga akan menerima medali. Hadiah yang paling ditunggu selain uang tunai adalah rendang lokal bagi pemenang kategori 10K dan 21K.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *