Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Wisata Edukasi Baru di Banjarbaru Bernama Kampung Hortikultura

taufiqurokhman.com (Banjarbaru) – Warga Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kini mempunyai lokasi wisata edukasi baru. Kampung Hortikultura namanya. Di kampung hortikultura ini, warga bisa menimba pengetahuan tentang cara bercocok tanam mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, hingga budidaya tanaman hias.

Kampung hortikultura yang lokasinya berdekatan dengan gedung Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yakni di Jalan Aneka Tambang, Trikora, Banjarbaru, berada di area seluas empat hektare. Kampung hortikultura mempunyai sekitar 24 varietas tanaman. Misalnya saja seperti tanaman labu, pare, terong, kacang, hingga cabai. Selain itu, ada juga budidaya buah semangka, melon dan berbagai jenis taman hias di antaranya anggrek, seroja dan tapak dara. Tanaman-tanaman tersebut kini telah tumbuh subur, bahkan beberapa tanaman sudah siap panen.

Kampung hortikultura merupakan salah satu program Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemprov Kalimantan Selatan. Pengerjaannya telah dilakukan sejak pertengahan tahun ini. Rencananya, kampung hortikultura akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada puncak Hari Pangan Sedunia (HPS) yakni pada 18-21 Oktober mendatang.

Di tempat itu, warga nantinya juga bisa melihat berbagai teknologi pertanian terbaru hingga belajar bercocok tanam dengan bimbingan dari kelompok tani yang mengelola kawasan tersebut. Memang persiapannya belum sepenuhnya selesai. Pemprov Kalsel masih berupaya mempercantik lokasi tersebut sehingga lebih menarik bagi pengunjung. Kendati demikian, telah banyak warga mengunjungi lokasi tersebut. “Kalau sore banyak warga yang ke sini, ada yang tannya-tanya cara tanamnya tapi ada juga yang datang untuk foto-foto,” tutur ketua Kelompok Tani Selebes Jaya, Abdul Aziz Harbi yang dipercaya mengeloa kampung hortikulura oleh Pemprov Kalsel.

Salah satu area yang menjadi daya tarik di kampung hortikultura yakni area labu botol dan terong belut. Area ini menarik karena labu botol dan terong belut yang sudah berusia sekitar 60 hari itu menggantung pada pagar-pagar yang dibuat menyerupai lorong. Bentuknya yang unik dan jarang ditemukan, menurut Abdul menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang berkunjung. Warga pun tak perlu takut kotor berjalan di area kampung hortikultura. Sebab akses ke masing-masing area jenis tanaman dipasang batu koral. Selain itu terdapat kolam kecil yang bisa menjadi spot berswafoto.

Kampung hortikultura berada di area lahan dengan jenis tanah yakni tanah pedsolik merah kuning. Jenis tanah tersebut memang kurang cocok untuk ditanami tanaman hortikultura. Namun, setelah dilakukan penggalian dan pemupukan, area tersebut pun akhirnya bisa ditanami.

PDAM di Kalsel pun turut membantu membuatkan saluran pipa untuk menyalurkan air ke kampung hortikultura. Jika telah panen, hasilnya pun dapat langsung dijual ke pasar baru yang berjarak sekitar empat kilometer saja dari lokasi itu.

Kendati demikian, salah satu tantangan petani yakni menjaga tanaman tersebut agar tak rusak baik oleh hama maupun karena kejahilan pengunjung. Karena itu Kelompok Tani bersama Dinas terkait masih melakukan pembenahan dengan menambah jaring-jaring kawat di tiap area jenis tanaman. Selain itu, rencananaya akan diperbanyak spot menarik untuk berswafoto di lokasi tersebut untuk memancing lebih banyak warga berkunjung. “Kampung hortikultura ini sebenarnya untuk edukasi kepada masyarkat agar antusias bercocok tanam, kita gandeng kelompok tani dan buat areanya semenarik mungkin. Beberapa memang sudah siap panen, seperti melon, tapi kita akan panen nanti saat HPS,” tutur Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Eliana Hardiati.

Selain tanaman hortikultura, terdapat area lainnya yang diperuntukan untuk edukasi budidaya hewan ternak. Salah satunya ternak itik albio yang menjadi ciri khas hewan ternak di Kalimantan Selatan. Pada peringatan HPS nanti, sejumlah kandang ternak di lokasi tersebut akan dipenuhi oleh hewan ternah milik kelompok peternak warga daerah tersebut.

Sementara itu, peringatan HPS nanti juga akan dilaksanakan di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Bariot Kuala, Kalsel. Terdapat total 240 hektare area sawah padi yang akan dipanen bertepatan dengan HPS.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *