Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Wisata Banten : Nikmati Suasana Segar Air Terjun Cigumawang

Wisata Banten … Gemuruh air yang jatuh dari ketinggian 40 meter ini tampak elok dengan cahaya yang membias membentuk pelangi di dasar air terjun. Tak hanya wisata alam berupa pantai, pulau dan bukit, Banten juga memiliki beberapa air terjun yang menarik untuk disambangi. Salah satunya adalah air terjun Cigumawang yang terletak di Desa Kadu Bereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.

Air Terjun Cigumawang

Berada di Desa Kadu Bereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Propinsi Banten. Curug Cigumawang memiliki ketinggian terjunan air sekitar 40 m. Sumber mata air Curug Cigumawang berasal dari Gunung Buntu. Di pusat sumber mata air ini terdapat batu besar yang menutupi sumber air tersebut sehingga membentuk aliran sungai kecil yang mengalir disebelah kanan curug tersebut. Di lokasi curug ini sering digunakan untuk kegiatan panjat tebing, perkemahan dan outbound.

Nama Cigumawang dalam bahasa sunda berarti bawang. Konon dahulu sekitar tahun 70 an masyarakat sekitar curug ini jika melihat jatuhan air curug tersebut dengan debit airnya yang masih deras membentuk menyerupai bawang. Bahkan menurut orang tua disana, jikakalau orang yang berpacaran berkunjung ke Curug ini pasti akan menikah. Selain itu juga air dari Curug Cigumawang ini bisa menyembuhkan segala penyakit.

Air Terjun Cigumawang 1

Berjarak sekitar 25 dari kota Serang (Terminal Pakupatan Serang) ke arah Ciomas atau sekitar 5 km ke arah barat lokasi wisata Pemandian Air Cirahab. Jika dari jalan raya Cinangka berjarak 10 km ke arah selatan.

Untuk menuju curug ini dapat ditempuh dengan kendaraan umum maupun pribadi sekitar 1 jam dari Kota Serang. Ada dua pintu masuk menuju lokasi ini, salah satunya melalui pasar Padarincang

Air Terjun Cigumawang 2

Jika menggunakan kendaraan umum dari Kota Serang, perjalanan dimulai dari Terminal Pakupatan Serang naik angkot warna biru jurusan Kebon Jahe (ongkos Rp 2000 dengan waktu tempuh sekitar 15 menit). Selanjutnya berganti angkot (warna angkot hijau atau kuning) dengan jurusan Pasar Padarincang (ongkos Rp 7000 dengan waktu tempuh sekitar 1 jam). Dan akhirnya setelah sampai dipasar Padarincang dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui pematang sawah, kebun dan menyebrangi sungai menuju lokasi dengan jarak tempuh sekitar 1 km (atau sekitar 30 menit waktu tempuh yang dibutuhkan).

Dr. Taufiqurokhman, M.Si merupakan seorang mantan DPRD Banten. Kini beliau bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *