Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

WHO Pusatkan Perhatian pada Depresi Sebagai Isu Kesehatan

taufiqurokhman.com – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingati Hari Kesehatan Sedunia tanggal 7 April dengan memperingatkan depresi sebagai penyebab umum kesehatan yang buruk, berdampak pada 300 juta orang di seluruh dunia. Badan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak warga untuk mengobati depresi yang bisa menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.

WHO mengatakan konflik, perang dan bencana alam adalah faktor-faktor risiko terkena depresi. WHO memperkirakan satu di antara lima orang yang terimbas peristiwa tersebut menderita depresi atau kecemasan. Mengingat besarnya masalah tersebut WHO mengatakan kesehatan mental dan bantuan psikososial harus menjadi bagian dari bantuan kemanusiaan.

Young man sitting looking upset
Young man sitting looking upset

Di samping situasi ini, WHO melaporkan depresi menjadi penyebab utama kelumpuhan. Direktur Departemen Kesehatan Mental dan Penyalahgunaan Obat-obatan WHO, Shekhar Saxena, mengatakan depresi menjadi penyebab epidemi kematian akibat bunuh diri. “Di seluruh dunia, 800 ribu orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun dan ini sama dengan satu kematian setiap 40 detik. Jadi sementara kita menghadapi angka kematian yang sangat disayangkan dalam konflik dan perang, kita juga perlu mengingat ada epidemi tidak kentara di dunia, yang juga membunuh sejumlah besar orang tanpa kepala berita atau poster yang jelas,” kata Shekhar Saxena.

Saxena mengatakan kepada VOA, tidak ada perbedaan jelas depresi antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang. Ia menambahkan kebanyakan orang yang menderita depresi tinggal di negara-negara yang berpendapatan rendah dan menengah. “Depresi lebih umum terjadi di antara perempuan, 5,1 persen dibandingkan 3,6 persen di antara laki-laki. Faktor-faktor lainnya termasuk kemiskinan, diskriminasi dan semua situasi hidup yang sulit, entah itu kronis atau akut, khususnya diantara anak-anak muda,” lanjutnya.

Saxena mengatakan perawatan biasanya mencakup pengobatan psikoterapi, anti depresi atau kombinasi keduanya. Ia mengatakan tidak selalu memerlukan seorang pakar untuk mengobati depresi. Ia mengatakan apa yang dikatakan pengobatan dengan bercakap-cakap oleh dokter umum, perawat dan pekerja layanan kesehatan juga bisa efektif.

 

voa

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *