Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Untuk Memperkecil Jurang Si Kaya dan Si Miskin Tak Bisa Hanya Lewat APBN

taufiqurokhman.com – Pemerintah pusat dan pemerintah daerah seharusnya dapat bersinergi untuk mengupayakan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya mencapai target 6,1% pada 2018 namun juga berkualitas. Lebih dari itu, diharapkan transfer dana daerah dan dana desa bisa dirasakan langsung oleh rakyat. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo pada Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TTKD) Tahun 2017 dan Knowledge Sharing Keberhasilan Kepala Daerah yang digelar Kementerian Keuangan di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Senin (20/2/2017).

Pada acara yang dihadiri sebanyak 160 orang perwakilan dari Pemerintahan sejumlah daerah tersebut Wamenkeu mengatakan, APBN bisa menjadi instrumen untuk kesejahteraan masyarakat. Namun kuncinya APBN harus bersinergi dengan APBD. “Tidak bisa APBN sendirian. Seluruh APBD (seharusnya) bisa lebih optimal,” kata Mardiasmo usai didaulat untuk menjadi pembuka acara.

Pada acara yang dihadairi oleh perwakilan Pemerintah Daerah di antaranya dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, NTB, NTT dan Bali tersebut Wamenkeu mengatakan, “Mengentaskan kemiskinan, meningkatkan daya saing, dan menyinggung kesenjangan. Termasuk juga ketimpangan pembangunan infrastruktur yang kita masih rasakan jawa sentris.”

Masalah kesenjangan, salah satunya kondisi ketimpangan pendapatan antara masyarakat kaya dengan yang miskin, dan ketimpangan daerah satu dengan yang lainnya. Mardiasmo memberi beberapa contoh di antaranya soal air bersih, akses sanitasi, akses tenaga kesehatan masih menjadi tantangan. “Ini harus diperbaiki, sehingga dana daerah dan dana desa bisa memperbaiki ketimpangan-ketimpangan,” imbuhnya.

Wardiasmo berharap, ketimpangan dan kemiskinan harus diperbaiki bersama. “Jawa dan Bali relatif bagus. Coba di tempat lain juga misalnya Nusa Tenggara, coba diperbaiki,” tutur Mardiasmo. Selain di Yogyakarta, acara ini juga digelar di Jakarta dan Makassar.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *