Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

UNDP Sebut, IPM RI Sejajar dengan China

taufiqurokhman.com – United Nations Development Programme (UNDP) menyebutkan, fluktuasi pertumbuhan ekonomi Tanah Air rupanya tak jadi penghambat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia. Setidaknya, dalam lima tahun terakhir tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,23 persen di 2012, 5,58 persen di 2013, 5,02 persen di 2014, 4,79 persen di 2015, dan 5,02 persen pada tahun 2016.

Direktur UNDP Indonesia Christophe Bahuet mengungkapkan, IPM Indonesia justru mampu membaik hingga 30,5 persen dalam 25 tahun terakhir, yakni sebesar 0,689 dan berada ditingkat 113 dari total 188 negara di dunia. “IPM Indonesia meningkat signifikan yang diukur dari tiga indikator; pendapatan, kesehatan, dan pendidikan,” ujar Bahuet di Menara Thamrin, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Christophe Bahuet menjabarkan, dari sisi pendapatan nasional tumbuh sekitar 134,5 persen dalam 25 tahun terakhir. Kemudian, dari sisi kesehatan terlihat dari tumbuhnya angka harapan hidup ke tingkat 5,8 tahun. Sedangkan dari sisi pendidikan, angka rata-rata lama bersekolah untuk usia 25 tahun ke atas menembus 4,6 tahun dan angka harapan lama bersekolah untuk anak naik menjadi 2,8 tahun.

Kemudian, bila melihat IPM ditambah dengan perhitungan indikator kesenjangan, IPM Indonesia hanya sebesar 0,563 atau menurun 18,7 persen dibandingkan IPM secara umum. Namun, penurunan IPM ditambah kesenjangan sebanyak 18,7 persen tersebut rupanya masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata penurunan di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang merosot hinggaa 19,3 persen.

Sementara itu, Penasehat Teknis Bidang Demokrasi Pemerintahan dan Satuan Penanggulangan Kemiskinan UNDP Indonesia, Juliaty Ansye Sopacua menyebutkan, indikator IPM Indonesia juga tak kalah jauh dibandingkan dengan negara-negara yang berada di tingkat menengah, seperti halnya Indonesia, yaitu Filipina dan China.

China, memiliki pertumbuhan ekonomi mencapai 6,7 persen pada tahun lalu dengan nilai Indeks Pendapatan Nasional Bruto (PNB) per kapita rata-rata sebesar 13,26. Sedangkan Indonesia, Indeks PNB per kapitanya 10,02. Namun, Indeks PNB per kapita Indonesia masih lebih baik dibandingkan Filipina yang hanya sebesar 8,381. “Indikator lain kalau kita lihat, misalnya harapan lama bersekolah, Indonesia secara rata-rata mencapai 12,9. Sedangkan Filipina, rata-ratanya hanya 11,75,” tegas Ansye.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *