Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Ubi Jalar Bantu Atasi Obesitas

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi ubi jalar dapat menurunkan risiko obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung. Selain sejumlah manfaat tersebut, tahukah kalian bahwa ubi jalar juga dapat membantu menurunkan berat badan?

Pada dasarnya, ubi jalar ini merupakan makanan rendah kalori, tetapi tinggi serat. Sehingga hal ini membuktikan bahwa tidak hanya makanan berserat tinggi yang dapat mengurangi risiko masalah kesehatan tertentu, tetapi juga dapat membantu seseorang merasa lebih kenyang dalam jangka waktu yang lama dan mencegah keinginan untuk makan secara berlebih seperti di lansir dari laman Times Now News, Kamis (24/05/2018).

Kandungan air yang tinggi dalam ubi jalar merupakan alasan mengapa makanan ini dapat menjadi pilihan yang baik ketika hendak mencoba menurunkan berat badan. Seperti serat, air meningkatkan rasa kenyang tanpa harus makan lebih banyak. Oleh karena itu, makan makanan yang mengandung jumlah air yang tinggi akan membuat kenyang lebih lama.

Sementara itu, ada penelitian ilmiah yang juga menunjukkan bahwa ubi jalar dapat membantu pengelolaan berat badan. Sebagai contoh, sebuah studi yang diterbitkan dalam Annals of Medical and Health Science Research pada tahun 2014, menemukan bahwa tikus yang diberi ekstrak yang dibuat dari ubi cincang makan lebih sedikit daripada tikus yang tidak memakan ekstrak.

Sehingga, dari situ dapat menunjukkan bahwa ubi jalar dapat membantu mengurangi nafsu makan, yang kemudian dapat menyebabkan seseorang mengalami penurunan berat badan. Meski, ubi jalar merupakan makanan sehat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Namun, tetap pastikan sebelum menambahkan makanan ini ke dalam diet. Coba lakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dulu.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *