Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Tidak Benar Bila Durian Mengandung Kolesterol

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Sebagian orang takut mengkonsumsi durian karena mengira bahwa buah berduri ini mengandung kolesterol. Namun, hal tersebut dibantah oleh dr Diana Suganda SpGK, spesialis gizi dari Rumah Sakit Pondok Indah. Diana memaparkan bahwa kandungan gizi dalam 100 gram daging durian adalah energi sebesar 147 kalori, lemak 5,33 gram, protein 1,47 gram, karbohidrat 27 gram, dan kolesterol 0 miligram. Jadi tidak benar, buah-buahan mengandung kolesterol,” ucapnya.

Selain merupakan sumber karbohidrat, lemak, serat, dan protein yang baik; Diana juga berkata bahwa durian merupakan buah yang sarat zat gizi dan memiliki kandungan vitamin yang melimpah, yakni vitamin C, potasium, asam amino triptofan, asam folat, asam pantonetat, thiamin, riboflavin, niacin dan B6.

Bahkan, sekitar 100 gram durian bisa memenuhi 32 persen dari kebutuhan vitamin C harian orang dewasa. Buah yang mendapat julukan King of Fruit ini juga mengandung senyawa antioksidan, seperti asam kafeat, antosianin, dan quercetin; dan mineral penting, seperti zat besi, kalsium, magnesium, sodium, seng, dan fosfor.

Meski demikian, dikarenakan kandungan kalorinya yang cukup tinggi, Diana menyarankan masyarakat Indonesia untuk membatasi jumlah durian yang dikonsumsi. Takaran saji yang direkomendasikan oleh spesialis gizi ini adalah 100 gram daging durian atau sekitar dua bulatan kecil durian medan bagi orang yang tidak mempunyai masalah kesehatan. “Namun, hati-hati untuk durian monthong yang sangat besar bentuknya, satu bulatan saja bisa 200-300 gram sendiri. Silahkan hitung kalorinya,” katanya.

Sementara itu, orang-orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan dan penderita gastritis sebaiknya berpikir dua kali bila ingin mengonsumsi durian. “Di dalam lambung, durian akan mengalami fermentasi dan menghasilkan alkohol tinggi. Penderita gastritis atau maag sebaiknya tidak mengonsumsinya dalam jumlah banyak,” ujar Diana.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *