Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Ternyata, Sabut Kelapa Mengandung Antibiotik

taufiqurokhman.com (Semarang) – Hasil penelitian tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menunjukkan temuan baru tentang ekstrak sabut kelapa. Ekstrak sabut kelapa mengandung antibiotik alternatif untuk terapi infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin.

Staphylococcus aureus bisa menyebabkan infeksi yang mengakibatkan bakteremia, pneumonia, endokarditis (infeksi katup jantung), dan osteomielitis (infeksi tulang).

“Infeksi akibat bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu penyebab utama angka kesakitan maupun kematian di negara berkembang,” kata Bonaverrel Dominico, mahasiswa anggota tim peneliti Fakultas Kedokteran Undip, Minggu(21/07/2019).

Dominico mengatakan infeksi akibat bakteri tersebut bisa diatasi dengan memberikan antibiotik betalaktam. “Ini bertujuan untuk menghambat sintesis dinding sel bakteri,” katanya.

Namun, dia menjelaskan, kemampuan adaptasi luar biasa bakteri patogen tersebut telah menginduksi munculnya strain bakteri yang resisten terhadap berbagai macam antibiotik. “Salah satunya methicilin resistant Staphylococcus aureus (MRSA),” katanya.

Sabut kelapa mengandung zat antimikroba berupa tannin dan flavonoid. Dua kandungan tersebut mampu menghambat enzim-enzim yang berperan dalam sintesis DNA sehingga sel bakteri baru tidak dapat terbentuk.

Zat antimikroba tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri melalui pembentukan senyawa kompleks dengan protein seluler yang dapat merusak membran sel. Dominico meneliti kandung zat antimikroba dalam sabut kelapa bersama rekannya Fadzila Nur Aini dan Mardelia Nur Fatana. Ketiga mahasiswa itu berharap hasil penelitian mereka bisa menjadi sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *