Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Tarif Listrik PLN Tak Naik, Hanya Tambah Daya Jadi 4.400 VA

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menyatukan golongan tarif dasar listrik (TDL) PLN untuk kategori rumah tangga (R-1) nonsubsidi. Daya pada empat golongan, yaitu 900 Volt Ampere (VA) nobsubsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA akan dinaikkan dan ditambah menjadi 4.400 VA.

Untuk daya golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambah menjadi 13 ribu VA. Sementara daya golongan 13 ribu VA ke atas akan di-loss stroom (dibebaskan). Loss stroom berarti tak ada batasan daya sehingga konsumen bisa menggunakan listrik sebanyak yang dibutuhkan.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN (Persero) I Made Suprateka menjelaskan, pemerintah dan PLN masih membahas rencana ini. “Nanti jika sudah selesai akan ada aturan yang menjelaskan soal itu,” ujarnya di Jakarta, Minggu (12/11/2017).

Made menjelaskan, penyatuan golongan TDL untuk kategori R-1 berfungsi untuk menyimplifikasi harga (per kilo watt hour) dan perbedaan kapasitas. Dengan begitu, masyarakat memiliki acuan satu harga. “Biaya pemakaian per kWh akan sama sehingga tidak ada disparitas harga. Padahal perbedaan kapasitas tidak begitu besar,” ujar Made.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, kebijakan ini nantinya akan bermanfaat untuk masyarakat selaku pelanggan PLN. Mereka akan memiliki keleluasaan untuk menaikkan daya. Sebagai contoh, dari 900 VA menjadi 1.300 VA. Rencana penyatuan golongan TDL PLN untuk kategori rumah tangga (R-1) nonsubsidi disampaikan Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Selasa (7/11). Ketika itu, dia menyampaikan tiga golongan pelanggan, yaitu 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA akan dihapus dan digabung menjadi satu golongan.

Perbedaan daya yang sangat kecil menjadi dasar penyederhanaan sehingga penentuan tarif lebih efisien. Jika kebijakan ini dieksekusi, TDL PLN untuk kategori rumah tangga (R-1) 900 VA nonsubsidi akan mengalami kenaikan. Saat ini, besaran tarif kategori ini hanya sebesar Rp 1.352 per kWh.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan, rencana pemerintah ini tidak berkaitan dengan penurunan ataupun penurunan tarif tenaga listrik (TTL). “Rencana ini juga tidak akan mengurangi hak masyakarat kurang mampu yang mendapatkan subsidi listrik untuk pelanggan 450 VA dan sebagian 900 VA,” ujar Dadan.

Dia menjelaskan, jika penghapusan keempat golongan itu dilakukan, para pelanggan juga bisa leluasa untuk memilih, apakah akan meningkatkan daya atau tidak. Mereka pun tidak harus khawatir terbebani tarif yang lebih mahal ketika harus menambah daya.

Dadan kemudian menjelaskan, negara memang perlu meningkatkan konsumsi listrik per kapita. Salah satu faktor negara maju ditinjau dari sisi konsumsi listrik. Saat ini, konsumsi listrik Indonesia per kapita berada pada kisaran 900 kWh per tahun. Sedangkan negara maju rata-rata 4.000 kWh per kapita per tahun.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, saat ini terdapat 37 golongan pelanggan listrik PLN. Fakta ini kerap membuat, baik pelanggan maupun calon pelanggan kebingungan. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM sedang mengkaji formula terbaik agar golongan tarif listrik menjadi lebih sederhana. “Sebagaimana dijelaskan di atas, penyederhanaan golongan tarif listrik rumah tangga tidak akan mengubah kebijakan pemberian subsidi listrik untuk masyarakat tidak mampu yang saat ini adalah pelanggan PLN dengan kapasitas 450 VA dan sebagian untuk daya 900VA,” ujar Dadan menjelaskan.

Pada kesempatan terpisah Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengatakan, rencana pemerintah tentang penambahan daya listrik rumah tangga tidak akan dipaksakan. Sofyan mengatakan, rencana yang bermula dari PLN ini akan membebaskan masyarakat, apakah masyarakat membutuhkan penambahan daya listrik atau tidak. “Nanti ada sistem daftarnya, nggak dipaksakan. Bebas. Butuh dinaikin jadi 4.400 VA nggak? Kalau nggak butuh ya nggak dinaikin juga nggak apa-apa,” ujar Sofyan di Kementerian ESDM, Senin (13/11/2017).

Namun, Sofyan memang menjelaskan bahwa jika pelanggan ingin melakukan penambahan daya, PLN akan melakukan penambahan daya dengan cuma-cuma. Sofyan mengatakan, PLN menyiapkan dana sebesar Rp 800 miliar hingga Rp 900 miliar untuk bisa memberikan fasilitas penambahan daya bagi masyarakat secara gratis.

Sofyan juga mengatakan saat ini beban biaya yang diberikan kepada pelanggan untuk melakukan penambahan daya sekitar Rp 2,2 juta hingga Rp 7 juta per sekali penambahan daya. Dengan jumlah total pelanggan 1.300 VA hampir 10 juta pelanggan maka PLN merasa beban biaya tersebut masih bisa ditangani oleh PLN. “Penambahan daya itu setelah kita hitung-hitung nggak banyak. Daripada nanti petugas di lapangan mungut liar. Kita gratisin saja sekalian. Segitu mah dikit,” ujar Sofyan.

Di satu sisi, Sofyan mengakui bahwa memang cadangan listrik PLN pada tahun ini berkisar antara 30 hingga 40 persen. Jika kebijakan ini diloloskan oleh pemerintah maka PLN mengatakan serapan listrik akan lebih besar. Sehingga, cadangan listrik yang dipunya PLN bisa menurun ke angka 20 persen. “Kalau misalnya penambahan daya ini lolos, maka kita kan akan ada tambahan konsumsi listrik. Ya reserve kita masih cukup,” ujar Sofyan.

republika

Post Author
admin123
Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *