Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Tanggapi Tudingan Donald Trump, Eksportir Bantah Indonesia Curang

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) menampik tudingan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengatakan Indonesia telah bertindak curang sehingga membuat neraca perdagangan AS defisit. “Tuduhan itu tidak beralasan. Itu hanya emosi sesaat saja,” tutur Ketua DPP GPEI Benny Soetrisno, Rabu (5/4/2017).

Pekan lalu, Trump menyatakan akan mengevaluasi perdagangan dengan sejumlah negara yang mengakibatkan neraca perdagangan AS defisit. Selain Indonesia, beberapa negara yang masuk daftar Trump adalah China, Jepang, Jerman, Meksiko, Irlandia, Vietnam, Italia, Korea Selatan, Malaysia, India, Thailand, Perancis,Swiss, Taiwan dan Kanada.

Ketua DPP GPEI Benny SoetrisnoBenny menjelaskan, defisit terjadi karena AS memang lebih banyak membutuhkan produk dari Indonesia dibandingkan sebaliknya. Produk Indonesia yang diimpor oleh AS sebagian besar adalah produk padat karya yang memang lebih efisien jika diproduksi di Indonesia, seperti tekstil dan produk tekstil serta alas kaki. Selain produk padat karya, produk yang diminati oleh AS adalah buah kakao (cokelat) yang memang banyak tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia.

Bahkan, Indonesia tidak mendapatkan privilege tarif seperti pesaing utama Indonesia, Vietnam. Sebagai gambaran, produk tekstil Indonesia ke Negara Paman Sam dikenakan tarif sekitar 5 hingga 20 persen. Sementara, produk Vietnam tarif bea masuknya bisa nol persen. Karenanya, Benny berharap jika pemerintah kembali merundingkan kerja sama perdagangan bilateral dengan AS, maka Indonesia bisa mendapatkan keringanan tarif bea masuk produk impor untuk menambah daya saing produk lokal.

Sebagai informasi, AS memang merupakan salah satu mitra dagang terbesar bagi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor produk non-migas Indonesia ke AS mencapai US$2,78 miliar pada Februari 2017 lalu. Ini menempatkan AS sebagai negara tujuan ekspor non-migas kedua terbesar bagi Indonesia, setelah China yang sebesar US2,91 miliar. Di urutan ketiga, India dengan nilai ekspor US$2,34 miliar.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *