Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Takut Terluka, Wisatawan di Padang Diimbau Waspada Flora Fauna Wisata Air

taufiqurokhman.com (Padang) – Kepada Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Junie Nursyamza mengimbau wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang agar mewaspadai keberadaan flora dan fauna pada objek wisata air di Kota Padang.

Menurut Junie keberadaan flora dan fauna di dalam air dapat menyebabkan wisatawan terluka bila tidak hati-hati. Salah satu contohnya keberadaan ubur-ubur yang bisa menyengat manusia.

“Kami imbau kepada wisatawan agar menjadi wisatawan cerdas, selain memahami kondisi lingkungan destinasi wisata yang dikunjungi, kondisi alam tanda bahaya serta keberadaan flora dan fauna,” kata Junie Minggu (09/06/2019).

Selain waspada dengan keberadaan flora dan fauna air, Junie meminta wisatawan agar menjaga kelestarian lingkungan. Misalnya dengan kesadaran membuang sampah pada tempatnya.

Dinas Pariwisata Padang menyebut perilaku wisatawan terkadang yang sulit dikontrol adalah membuang sampah berbagai jenis di pinggiran pantai. Sehingga keberadaan sampah selain merusak keindahan pantai, juga berpotensi membahayakan kelansungan hidup biota laut.

Junie menyebut saat ini Dinas Pariwisata Kota Padang belum mencatatkan data keseluruhan kunjungan wisatawan ke Padang selama libur lebaran. Namun pihaknya sudah dapat menghitung jumlah wisatawan yang datang ke lokasi wisata yang dipungut retribusi seperti Pantai Air Manis, Gunung Padang dan beberapa tempat lainnya.

Untuk pengunjung Pantai Air Manis sela libur lebaran ini menurut Junie ada rata-rata sebanyak 11.600 pengunjung setiap hari. Di Pantai Padang ada 14 ribu pengunjung setiap hari. Sementara di Pantai Pasir Jambak ada 4 ribu pengunjung setiap hari.

Junie mengimbau wisatawan yang datang ke Padang agar turut membantu pencegahan pungli dengan melaporkan ke pihak yang berwenang. Supaya keberadaan pelaku pungli di Kota Padang dapat terus ditekan.

“Kami minta agar (wisatawan) mau melaporkan pelaku pungli dan menjadi saksi untuk memberikan efek jera pada pelaku pungli,” tegasnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *