Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Tahun 2050, Penderita Demensia Meningkat Tiga Kali Lipat

taufiqurokhman.com (Jenewa) – Organisasi Kesehatan Dunia, WHO memperingatkan, jumlah orang yang menderita demensia secara global akan naik tiga kali dari 50 juta menjadi 152 juta pada tahun 2050. Di Jenewa, Swiss, WHO meluncurkan sistem pemantauan global mengenai demensia, yang akan melacak kemajuan dan mengenali bidang-bidang keprihatinan.

WHO melaporkan, demensia menimbulkan beban sosial dan ekonomi yang besar, yang akan tumbuh seiring bertambahnya usia dan akhirnya membuat orang takluk pada penyakit jiwa ini. Organisasi ini memperkirakan, lima persen populasi tua di dunia menderita demensiadan membutuhkan perawatan. Bertentangan dengan pendapat umum, WHO  mengatakan bahwa ini bukanlah masalah negara kaya karena demensia juga menimpa orang yang tinggal di negara-negara miskin.

WHO juga mengatakan, biaya merawat penderita demensia sekarang ini $818 miliar atau satu persen dari Produk Domestik Bruto di dunia. Tarun Dua, dokter kesehatan jiwa dan penyalahgunaan pbat bius WHO, memperkirakan, biaya ini akan mencapai lebih dari $2 triliun pada tahun 2030. “Terlebih lagi, ada stigma, pelanggaran hak asasi
manusia yang berhubungan dengan penderita demensia dan pengasuh mereka. Dan, oleh karena itu, sangat penting ada respons terhadap kesehatan masyarakat. Langkah penting yang telah diambil oleh semua negara anggota ialah menyetujui rencana aksi bagi demensia tahun ini,” ujarnya.

Tarun Dua juga mengatakan, inti rencana tersebut adalah merawat penderita demensia, mencegah dan menemukan obat bagi penyakit ini. Dia menambahkan, meningkatkan kesadaran pada masalah ini sangat penting. “Banyak orang menganggap, demensia adalah bagian normal dari proses menua yang tidak benar. Kita perlu memikirkan risiko, mencegah demensia karena faktor risiko demensia sama dengan penyakit menular. Jadi, olahraga yang baik, diet yang baik, tidak menggunakan tembakau, mengurangi minuman berkadar alkohol, semua
itu bisa menurunkan risiko demensia,” tambahnya.

Seiring dengan itu dia mengatakan, orang tua yang menderita depresi harus mendapat perawatan untuk penyakit ini. Dia menambahkan, pergaulan sosial dan latihan kognitif adalah strategi lain yang harus digunakan untuk mengurangi risiko demensia.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *