Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Studi Terbaru Temukan Obat HIV untuk Hidup Lebih Lama

taufiqurokhman.com (Bristol) – Sejumlah peneliti berupaya menemukan pengobatan HIV/AIDS yang efektif agar pendrita bisa hidup lebih lama. Seperti studi baru yang mengklaim, pengobatan terbaru untuk HIV dapat membuat seseorang hidup hingga satu dekade lebih lama. Pengobatan terapi antiretroviral (ART) itu telah dijalani oleh seorang pemuda yang mengidap HIV.

Pria itu bernama Jimmy Isaac (28). Dia mengidap HIV setelah tertular oleh mantan kekasihnya tiga tahun lalu. Untuk membiarkan dirinya tetap hidup, Isaac meminum tiga obat dalam sehari. Isaac mengaku, dirinya dapat berkegiatan seperti biasa dan berbaur dengan lingkungannya. Efek samping yang kerapkali ditakuti pengidap HIV usai meminum obat pun tidak didapatkannya. “Saya telah mendengar banyak cerita buruk tentang obat-obatan itu di tahun 90-an tetapi, ketika saya melakukan penelitian, saya menyadari obat tersebut telah berubah,” ujarnya.

Penelitian itu mengatakan, pengobatan tersebut jauh lebih bagus daripada sebelumnya. Disebutkan, pasien berusia 20-an tahun yang memulai terapi antiretroviral pada 2010 diprediksi hidup 10 tahun lebih lama dibanding pasien yang melakukannya pada 1996, ketika terapi ini pertama kali ada. Peneliti dari Bristol University di Inggris menyebutkan peningkatan dari efek terapi ini terkait dengan efek samping yang diminimalisir dan sedikit racun di dalamnya sehingga baik bagi pasien.

Peneliti Universitas Bristol di Inggris mengatakan, perbaikan tersebut menitikberatkan pada efek samping dan racun dalam obat. Pengobatan dengan efek samping yang minim dan menghindari infeksi terhadap pasien yang resistan terhadap obat merupakan keberhasilan dari terapi. Terapi Antiretroviral memang bukan hal baru. Terapi itu sudah dilakukan untuk mengobati HIV sejak 20 tahun silam. Biasanya, terapi ini melibatkan kombinasi tiga obat atau lebih untuk pencegahan HIV. Bahkan 96 persen untuk menurunkan tingkat penyebaran virus dalam tubuh.

Namun, saat ini, peneliti mengutamakan untuk penggunaan pil yang lebih sedikit sebagai upaya pencegahan efek samping dan infeksi. “Penelitian kami menggambarkan sebuah kisah sukses tentang bagaimana meningkatkan pengobatan HIV yang ditambah dengan skrining, pencegahan dan pengobatan masalah kesehatan terkait dengan infeksi HIV dan dapat memperpanjang masa hidup seseorang,” ujar Ahli Statistik Medis Universitas Bristol, Adam Trickey.

Tujuan penelitian itu sebagai bentuk mengalahkan stigma masyarakat yang melihat sebelah mata kepada penderita HIV. Peneliti ingin supaya penderita HIV dapat terus bekerja dan memiliki asuransi kesehatan. Meski demikian, pengobatan harus dilakukan sesegera mungkin dan patuh dalam menjalaninya.

Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan supaya pengobatan itu diberikan kepada pengidap HIV sesegera mungkin usai didiagnosis. Sebelumnya juga mereka merekomendasikan supaya pengobatan digunakan oleh ambang batas berdasarkan jumlah CD4 seseorang.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *