Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Stigma Anti Pancasila dan NKRI adalah Cara Fasis Bungkam Lawan Politik

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Stigma anti Pancasila dan anti NKRI adalah cara fasis untuk membungkam lawan politik. Menurut Ketua Komisi Yudisial RI Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H. M.Hum, hanya proses hukum di Pengadilan yang boleh memutuskan seseoramg atau organisasi bersalah melawan Pancasila dan NKRI, bukan dengan cara stigma.”Stigma Pancasila, anti NKRI tidak boleh dilakukan Negara atau pihak manapun,” tegasnya.

Lebih lanjut Aidul Fitriciada Azhari mengatakan, politik stigmatik adalah cara fasis membungkam lawan politik. Karena Fasisme adalah ideologi yang berdasarkan pada prinsip kepemimpinan dengan otoritas absolut di mana perintah pemimpin dan kepatuhan berlaku tanpa pengecualian. “Gerakan fasis termasuk gerakan radikal ideologi nasionalis otoriter politik, jauh dari asas demokrasi yang berlandaskan perbedaan pendapat yang mana semua permasalahan diputuskan lewat asas pemufakatan dan musyawarah,” paparnya.

Prilaku Rezim Fasis, katanya, akan membabibuta memberangus pihak-pihak yang tak sepaham dengannya, lewat stigma-stigma fitnah politik dan sosial, untuk memperkeruh suasana, guna melegitimasi tindakan represif suatu rezim kepada fihak lain. Dikatakannya lagi, rezim akan menebar teror dan pembusukan pihak-pihak oposisi, seperti menstigma anti toleransi, Pancasila dan NKRI, kepada Ormas-ormas islam, atau lawan politiknya, juga kepada masyarakat umum bila tak sefaham akan kebijakan rezim yang dikuasainya.

Jadi, ujar Aidul Fitriciada Azhari, jika ada segerombolan orang yang membubarkan pengajian-pengajian dengan dalih anti Pancasila dan Anti NKRI, “Bisa jadi mereka sedang Fasis,” pungkasnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *