Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Serunya Pacu Codang di Sumatera Barat

taufiqurokhman.com (Solok) – Provinsi Sumatera Barat selain dikenal dengan segudang destinasi wisata alam dan kuliner, juga dikenal memiliki banyak permainan tradisional. Satu dari sekian banyak permainan tradisional itu adalah Pacu Codang, asal Kabupaten Solok Selatan.

Codang juga dikenal dengan nama lain Getek Pohon Pisang. Karena permainan Pacu Godang menggunakan pohon pisang yang disusun seperti getek atau rakit dan dimainkan di sungai-sungai. Dengan posisi tengkurap dan hanya menggandalkan kedua kaki dan tangan sebagai dayung, Peserta yang terlibat dalam permainan ini, akan adu kecepatan dengan sang lawan. Semakin banyak peserta, maka permainan ini akan semakin seru.

Pacu Codang dalamWalau terlihat mudah, tak sedikit pula peserta yang gagal mencapai garis finish, karena ada laju Pacu Codang yang tidak terarah dengan baik. Sehingga menyebabkan peserta terjatuh akibat tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya. Dikatakan Chandra Dewi, Staf Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Solok Selatan, Pacu Codang merupakan salah satu permainan yang saat ini tengah coba dibangkitkan kembali setelah sekian lama mati. Pacu Codang sendiri terakhir digelar pada 18 Februari 2017 lalu di aliran Sungai Batang Bangko.

Dinas Pariwisata Kabupaten Solok Selatan, lanjut Dewi, melihat Pacu Codang sebagai salah satu potensi Nagari yang bisa dikembangkan, dengan tujuan dapat menarik minat wisatawan yang berkunjung ke Solok Selatan. Bahkan, dapat menjadi pemasukan bagi masyarakat setempat dengan menjual paket wisata Pacu Codang. “Walau terlihat sederhana, Pacu Godang dapat memacu adrenalin, semangat dan kekompakan. Ini yang akan kita tawarkan kepada seluruh wisatawan yang berkunjung,” kata Chandra Dewi.

Pacu Codang1Selain Pacu Codang, kata Dewi, Kabupaten Solok Selatan juga banyak menawarkan destinasi wisata kepada pengunjung. Seperti seperti Tubing, Air terjun Tansi Ampek, Air Terjun Kembar, Puncak BRJ, dan yang sedang booming sekarang, yaitu Goa Batu Kapal, yang yang memiliki warna-warna indah di dalamnya. Bahkan untuk memberikan kesan yang berbeda, setiap pengunjung akan direkomendasikan untuk menginap di rumah gadang yang disulap menjadi homestay di kawasan Seribu Rumah Gadang.

Saat ini, pemerintah setempat bersama dengan pihak ketiga, terus berupaya mengembangkan kawasan seribu rumah gadang. Hingga kini, tercatat 11 rumah gadang di kawasan tersebut yang sudah diberdayakan menjadi homestay dengan standar pelayanan yang tak kalah jika dibandingkan dengan penginapan megah. Melalui program “Ayo ke Solsel”, Pemerintah setempat saat ini terus gencar mempromosikan Kabupaten Solok Selatan dengan target angka kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara terus meningkat.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *