Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Sepanjang Tahun 2016, 18 Jaksa di Jabar Dihukum karena Indisipliner

taufiqurokhman.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Setia Untung Arimuladi, menyebut ada 18 orang jaksa melakukan tindakan indisipliner sepanjang tahun 2016. Belasan orang jaksa itu dijatuhi sanksi hukuman ringan hingga berat.

Untung menegaskan pihaknya tak pandang bulu terhadap personelnya yang melakukan tindakan indisipliner hingga menyalahgunakan wewenang. Salah satunya menyiapkan sanksi tegas untuk personel yang melanggar. “Kami selalu berkomitmen untuk membersihkan Korps Adhyaksa dari tindakan indisipliner hingga penyalahgunaan wewenang. Sebagai bukti, kami memberikan tindakan hukuman kepada personel yang melanggar,” kata Untung dalam press gathering di Jalan Cimanuk, Kota Bandung, Selasa (27/12/2016).

Mantan Kapuspenkum Kejagung RI ini menuturkan selain 18 jaksa, pihaknya juga mendisiplinkan 5 staf tata usaha yang kedapatan melakukan pelanggaran. Mereka juga dijatuhi hukuman ringan, sedang dan berat. Jumlah tersebut, ujarnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kata lain, Untung mengklaim hal itu memperlihatkan fungsi pengawasan secara preventif berjalan dengan baik. “Ada 7 jaksa yang dikenakan hukuman ringan, 5 jaksa dan 3 staf diberi sanksi sedang dan 6 jaksa serta 2 staf tata usaha yang dijatuhi hukuman berat,” terang dia.

Ia menjelaskan hukuman berat bisa berupa pemberhentian sementara sebagai PNS atau pembebasan fungsional jaksa. Sementara sanksi ringan itu penurunan pangkat dan penundaan kenaikan gaji berkala. “Jadi jenis hukuman yang diberikan disesuaikan dengan perbuatan yang dilakukan, seperti penyalahgunaan wewenang, perbuatan tercela atau indisipliner lain,” ungkap Untung.

 

dtk

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *