Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Sebaiknya Jangan Terlalu Sering Gunakan Gadget di Depan Anak

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Orangtua kerap beralih menggunakan ponsel pintar (smartphone) begitu tak bisa lagi menghadapi anaknya yang sedang menangis atau mengamuk. Dalam jangka panjang, hal ini ternyata memperburuk masalah, khususnya pada perilaku anak.

Penelitian terbaru melibatkan 183 pasangan orangtua dengan anak-anak mereka yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatric Research baru-baru ini. Peneliti menemukan orang tua yang stres karena anaknya mengamuk sering ‘lari’ ke gadget. Hasilnya, perilaku anak-anak mereka biasanya memburuk hanya dalam hitungan beberapa bulan.

Temuan ini memang tak secara khusus membuktikan ponsel pintar adalah penyebab keseluruhan. Namun, ini menimbulkan kekhawatiran akan fenomena tehcnoference, di mana orang tua menggunakan perangkat digital terus-terus menerus untuk mengalihkan perhatian dari anak-anak yang mereka anggap sedang nakal atau berulah.

“Anak-anak pada gilirannya ikut frustasi ketika ibu atau ayah mereka menarik diri dari mereka dan sibuk dengan perangkat elektronik masing-masing. Mereka kemudian belajar bahwa mereka harus ‘bertindak’ untuk kembali mendapat perhatian,” kata asisten profesor pediatri University of Michigan Medical School, di Ann Arbor, Radesky, dilansir dari Web MD, Jumat (06/07/2018).

Asisten profesor klinis psikiatri anak dan remaja di NYU Langone Health, New York City, Yamalis Diaz menambahkan orang tua kerap kesulitan mengelola perilaku anak-anak mereka sebab berbagai alasan. Hal yang paling mungkin mereka lakukan adalah melakukan hal lain, seperti memeriksa ponsel.

Ada alasan kekhawatiran tentang teknologi elektronik saat ini. Orang tua zaman sekarang kerap beralih ke media, berupa acara TV untuk aktivitas harian anak mereka, khususnya waktu istirahat. Ini menyebabkan turunnya kualitas dan interaksi orang tua dengan anak karena penggunaan teknologi tadi. “Banyak orangtua menggunakan gadget sebagai penyangga stres saat mengasuh anak,” ujar Diaz.

Diaz menekankan jika orangtua terbiasa ‘bersembunyi’ di balik ponsel mereka karena stres, mereka perlu mencari tahu sumber stres tersebut sesungguhnya. Secara umum studi ini menemukan orang tua mudah stres ketika perilaku anak-anak mereka tak terkendali.

Orangtua yang stres itu kemudian cenderung menggunakan gadget pada jam-jam bersama keluarga. Pada gilirannya ini memperburuk perilaku anak-anak mereka. “Kami bukannya mendorong orang tua membuang gadget mereka. Namun, milikilah waktu tanpa gadget beberapa jam setiap hari bersama keluarga,” katanya.

Ini hal bijaksana yang bisa dilakukan untuk membangun kesadaran diri. Peneliti juga menyarankan orang tua untuk memikirkan jenis-jenis konten yang mungkin membuat mereka ikut stres dan kesal saat terjadi bersamaan dengan perilaku anak. Hal yang memicu stres itu bisa saja email kantor, media sosial, atau membaca berita. Cobalah menghindari pemicu stres tersebut saat bersama anak, sebab anak-anak juga membutuhkan perhatian orangtua mereka.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *