Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

SAWIT Challenge Inovasi GO-JEKnya Buat Petani Sawit

taufiqurokhman.com … Indonesia memiliki sekitar tiga juta petani sawit skala kecil yang memproduksi sekitar empat puluh persen total hasil tanaman sawit tanah air. Namun, jika dirata-rata, hasil panen para petani itu tiga puluh sampai empat puluh persen lebih rendah dari hasil perkebunan swasta dan pemerintah.

Rupanya, rendahnya tingkat produksi ini dikarenakan sejumlah masalah yang dihadapi para petani. Lewat Smallholders Advancing with Innovation and Technology (SAWIT) Challenge,entrepreneur dan problem solver ditantang untuk melahirkan ide produk, teknologi, maupun layanan yang dapat membantu petani kelapa sawit skala kecil untuk meningkatkan produktivitasnya secara berkelanjutan.

Dari pemilihan bibit sampai distribusi

SAWIT Challenge mengidentifikasi ada enam masalah yang dihadapi petani kelapa sawit, yaitu:

  • Akses terhadap input berkualitas, seperti bibit, pupuk, tenaga kerja, teknologi, serta layanan tambahan untuk peningkatan kualitas dan keberlanjutan hasil produksi.
  • Akses terhadap pasar terkini dan layanan informasi harga.
  • Akses terhadap dana bagi petani yang belum memiliki perbankan resmi.
  • Pemetaan geografis dan data demografis yang mampu mengklarifikasi status kepemilikan lahan informal dari para petani, sehingga kepemilikan yang sah secara hukup dan sertifikasi berkelanjutan bisa didapatkan.
  • Kemampuan untuk melacak dari perkebunan mana tanaman berasal, dan pemberi jaminan kepada pembeli bahwa tanaman diproduksi secara legal tanpa kegiatan deforestasi.
  • Cara yang cepat dan hemat untuk mengirimkan buah sawit petani ke pabrik dalam waktu kurang dari 24 jam.

Menurut Dharsono Hartono, salah satu perwakilan dari SAWIT Challenge, setiap ide yang diikutsertakan dalam tantangan ini harus memberikan solusi terhadap satu dari enam permasalahan tersebut. Ia juga mengajak kepada siapa saja untuk berpartisipasi, tanpa perlu khawatir idenya ditolak maupun bingung untuk mengeksekusinya.

“Kami mencari ‘GO-JEK’ yang baru. Bagi kami, tidak ada ide yang tidak make sense. Selain itu, kamu juga akan memberikan mentoring untuk membantu pengembangan ide, sehingga ide tidak harus sudah berupa produk jadi,” kata Dharsono saat acara peluncuran SAWIT Challenge di Jakarta, Selasa 21 Juni 2016.

Setelah proses penyaringan, 10 inovator atau tim (yang terdiri dari satu sampai dua inovator) akan diajak menghadiri Innovation Marketplace yang diadakan di Indonesia pada bulan Oktober 2016 mendatang. Pada acara tersebut, peserta mendapat kesempatan untuk mempromosikan solusi mereka kepada perusahaan-perusahaan terkemuka, inovator, LSM, serta media.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si merupakan seorang mantan DPRD Banten. Kini beliau bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *