Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Saatnya Kunjungi Destinasi Wisata Sejarah Kemerdekaan RI

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan tanggal penting bagi bangsa Indonesia. Pada hari itu Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan kepada seluruh dunia. Dan liburan Hari Kemerdekaan ini merupakan waktu yang tepat untuk mengenang momen-momen bersejarah kemerdekaan Indonesia. Anda bisa mengunjungi tempat bersejarah atau museum yang menjadi lokasi pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Di Jakarta, ada banyak sekali tempat-tempat yang menjadi saksi bisu perjuangan bangsa ini dalam merebut Kemerdekaan. Berikut ini lima tempat yang bisa dikunjungi untuk mengenal lebih dekat perjuangan bangsa Indonesia.

1. Tugu Proklamasi
Tugu ProklamasiSebuah monumen yang terletak di Jalan Proklamasi ini menjadi saksi sejarah di mana teks proklamasi dibacakan. Dulunya tempat ini, adalah kediaman Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Taman yang buka sejak pukul 05.00 hingga 21.00 ini memiliki tiga bagian utama. Yakni Tugu Petir, tempat ini merupakan tempat di mana Ir. Soekarno membacakan teks proklamasi Kemerdekaan. Kemudian ada Tugu Wanita, yang merupakan tugu yang dibangun sebagai peringatan satu tahun Republik Indonesia. “Karena, kemerdekaan Indonesia itu 99 persen karena perempuan, makanya di sini ditulis Peringatan Satu Tahun Republik Indonesia atas usaha kaum wanita Jakarta,” kata petugas Unit Pengelola Kawasan, Agus. Selain itu pula di tempat ini juga dibangun dua patung Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta dan sebuah teks proklamasi tepat berada di tengah mereka. Tempat ini dibangun pada saat pemerintahan Soeharto di 1980 untuk mengenang keduanya sebagai tokoh proklamator bangsa Indonesia.

2. Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Museum yang terletak di Jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat ini merupakan tempat kediaman Laksamana Muda Takadashi Maeda, kepala kantor penghubung antara Angkatan Laut dan Angkatan Darat Jepang. Museum ini terdiri dari empat ruangan mulai dari ruang pertemuan, yang merupakan tempat perumusan naskah proklamasi setelah Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebarjo kembali dari Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 pukul 22.00.Tempat ini merupakan saksi disahkannya naskah proklamasi yang ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta pada 17 Agustus 1945 menjelang subuh pada bulan suci Ramadan. Untuk masuk ke tempat ini biaya yang dikeluarkan untuk dewasa adalah Rp2.000, anak-anak Rp1.000, sedangkan untuk tamu asing Rp10.000

3. Gedung Joang 45
Tempat ini menjadi salah satu tempat dimulainya program pendidikan politik pemuda Indonesia. Tempat ini dulunya merupakan hotel yang dikelola oleh L.C. Schomper. Kemudian pada penjajahan Jepang, tempat ini diambil oleh para pemuda Indonesia dan beralih fungsi sebagai kantor yan dikelola oleh Jawatan Propaganda Jepang atau Ganseikabu Sendebu. Di tempat inilah diadakan program pendidikan politik bagi pemuda-pemuda Indonesia pada tahun 1942.

Di museum ini pula terdapat berbagai koleksi mulai dari mobil Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia, replika-replika mini mengenai sejarah proklamasi Indonesia, kursi tandu milik Jendral Soedirman, dan barang-barang lainnya seperti lencana, hingga baju milik Jendral Soedirman. Untuk masuk ke tempat ini Rp5.000 untuk dewasa, Rp3.000 untuk mahasiswa dan Rp2.000 untuk pelajar

4. Museum Nasional
Museum yang juga dikenal sebagai Museum Gajah ini memiliki tiga Gedung yakni Gedung A, B, dan C. Dari ketiga gedung itu yang bisa dikunjungi adalah Gedung A dan Gedung B sebagai tempat pameran. Kedua gedung ini berisikan koleksi-koleksi benda warisan peninggalan sejarah bangsa dari zaman pra sejarah hingga awal abad ke 20.

Di Gedung A sendiri terdapat miniatur rumah Indonesia. Di dalam ruangan ini juga terdapat sebuah tempat tidur besar yang ditujukan sebagai tempat peristirahatan raja-raja dan tempat koleksi benda-benda bersejarah. Jika kita masuk ke dalam ruangan ini kita seperti kembali ke zaman pra sejarah. Sedangkan untuk gedung B terdiri dari empat lantai. Tiap lantai menggambarkan evolusi dan lingkungan hidup manusia dari masa pra sejarah dan koleksi benda peninggalan beberapa dinasti seperti, Dinasti Han, dan Dinasti Qing.

5 Monas
MonasMonumen Nasional atau Monas adalah ikon kota Jakarta dan daya tarik bagi masyarakat, baik warga Jakarta maupun di luar Jakarta. Wisatawan dapat melihat keindahan Jakarta dari ketinggian puncak Monas. Selain itu, wisatawan dapat menyaksikan 48 diorama menggambarkan sejarah Indonesia sejak masa pra sejarah hingga masa Orde Baru. Di sini pula terdapat sebuah ruang kemerdekaan, yang menjadi tempat penyimpanan naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Di tempat ini pengunjung akan melakukan kegiatan mengheningkan cipta sebagai tanda penghormatan kepada para pejuang.

Post Author
admin123
Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *