Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Rumah SBY Digeruduk, Simpati pada AHY Menguat Satu Putaran

taufiqurokhman.com – Rumah Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Senin, (06/02/2017) digeruduk ratusan orang di rumahnya di Jl. Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan yang belum lama ditempatinya. Pemberitaan tersebut diawali cuitan twitter SBY sebanyak lima kali yang menyebutkan bahwa rumahnya digeruduk ratusan orang dan polisi tidak ada pemberitahuan. Kontan neitzen di media sosial merespon dan akhirnya menjadi tranding topik Indonesia (TTI) di twitter masuk viral biru dengan dua hastag urutan pertama dan kedua teratas: #SayaBertanya #BapakPresidendanKapolri.

Dua hastag yang bertahan dan di retwit ratusan ribu orang menjadi berita di media televisi yang tayang dalam pemberitaan prime time newsdi CNN TV dan TVOne serta media televisi lainya. Siapa yang menjadi aktor di belakang demontrasi di rumah Presiden keenam tersebut? Dari berita yang beredar di media sosial dan isu yang berkembang, jawaban atas pertanyaan itu mengarah kepada anggota DPR RI Dapil Bogor, Jawa Barat bernama Aldian Napitupulu mengingat pada Jumat (03/02/2017) hingga Minggu (3/2/2017) Aldian Napitupulu bersama beberapa aktifis mahasiswa melakukan kegiatan Jambore Mahasiswa dari beberapa Perguruan Tunggi di Jakarta yang bertempat di Cibubur.

RUMAH SBYUntuk kegiatan seperti ini bagi seorang aktivis adalah hal biasa, tetapi ketika melakukan pemanasan dan menggeruduk rumah Presiden keenam dan menjadi berita besar, akhirnya saling manfaatkan dalam pemberitaan publik. Dalam kegiatan Jambore mahasiswa tersebut memang terdengar isu teriakan memaki-maki Presiden keenam tersebut serta meneriakkan yel-yel ‘Tangkap SBY’. Banyak netizen di medsos menganggap kegiatan Jambore Mahasiswa adalah pengkodisian atau provokasi terhadap ujaran kebencian pada Presiden keenaam SBY.

Akan tetapi, dugaan pengkondisian terhadap dalang demontrasi ke rumah pribadi SBY oleh Aldian Napitupulu tersebut langsung disanggah Kepala Staf Kepresiden, Teten Masduki. Menurut Teten Masduki, dia hadir sebagai nara sumber pada acara Jambore Mahasiswa itu dan tidak mungkin pada acara tersebut dilakukan provokasi. “Ya enggak adalah,” ujar Tetan Masduki di Kompleks Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017).

Dijelaskan Teten Masduki, selama berada di Jambore Mahasiswa, dia hanya menyampaikan sejumlah kemajuan Indonesia dalam dua tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Mulai dari soal penegakan hukum hingga pembangunan. “Itu saya juga hadir di acara itu pagi dan saya diminta untuk menyampaikan beberapa kemajuan dalam dua tahun pemerintahan. Biasa yang dimasalahkan oleh mahasiswa banyak mengenai soal dana desa, soal pemberantasan korupsi, dan penyelesaian HAM dan dialog gitu saja,” ujarnya.

Disebutkan Teten Masduki, dirinya kemudian menantang mahasiswa untuk kembali ke desa ‎guna mengawasi pembangunan di kampung halamannya. “Saya malah tantang mahasiswa sekarang banyak dana desa selain itu ada dana Kemensos ada PU, kesehatan dan pendidikan kalau mereka menganggap transparansi dan akuntabilitas perlu diwaspadai. Saya ajak ayo mahasiswa turun ke desa. ‎Sesuai dengan UU Desa (anggaran) diusulkan ke desa agar dana itu kemanfataan sesuai yang dibutuhkan desa. Hanya saja tidak semua desa memiliki sumber daya untuk menyusun rencana kerja desa. Karena itu saya tantang mahasiswa untuk kembali ke desa,” imbuhnya.

Teten menambahkan, setiap mantan presiden di Indonesia berhak mendapatkan pengamanan dari negara. Sebab itu, ia mengimbau agar Ketua Umum Partai Demokrat SBY tidak khawatir dengan keamanan pribadinya. “Menurut saya, enggak usah dikhawatirkan karena ini kewajiban negara melindungi mantan presiden dan mantan presiden akan mendapatkan pengawal,” ujarnya.

Di lain kesempatan, Pengamat Pilkada DKI Jakarta dari Kampus Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Taufiqurokhman mengungkapkan. “Apa yang dilakukan teman-teman mahasiswa yakni menggeruduk rumah Presiden RI keenam dari berbagai kampus di Jakarta itu tidak bisa disalahkan. Dua hal yang menjadi catatan dalam hal ini adalah pertama, pertanyaan besar, kemana polisi dan Paspampres ketika penggerudukan tersebut terjadi dan mengapa tidak ada pemberitahuan. Hal itu sangat mustahil terjadi,” tegas Taufiqurokhman.

Pertanyaan berikutnya adalah, aneh sekali kok sekelas Kepala Staf Presiden Jokowi seperti Teten Masduki terkesan sangat jelas membela Aldian Napitupulu. “Ada apa. Beliau sebagai nara sumber pada acara Jambora Mahasiswa, tetapi begitu bersemangat membela Aldian yang dianggap banyak orang sebagai aktor di balik demo geruduk rumah Presiden keenam RI tersebut,” ujar Taufiqurokhman.

Taufiqurokhman juga menyayangkan lankah-langkah yang dilakukan Aldian Napitupulu, anggota DPR RI yang saat ini sedang manggung di politik dan juga pernah sama-sama menjadi Aktivis 98. Menurut Taufiqurokhman, kelakuan Aldian sebagai anggota DPR RI sepertinya ‘norak.’ “Membuat gerakan mengumpulkan mahasiswa Jamabore di Cibubur kemudian hari Senin ada demo ke rumah SBY. Mestinya polisi bisa sigap dalam hal ini bisa memanggil dan mengusut dengan sungguh-sungguh siapa aktor sesungguhnya di balik demo geruduk rumah SBY,” pungkas Taufiqurokhman.

Taufiqurokhman menegaskan jangan sampai itu menjadi preseden buruk yang pada akhirnya, siapa saja pejabat di negeri ini didemo dan digeruduk ala Aldian. “Kalau memang dugaan tersebut benar, untuk memanggil Aldian, anggota DPR RI tidak perlu ijin presiden. Jangan sampai ini jadi modus demo Geruduk Rumah Pejabat, tidak terkecuali Presiden Jokowi. Karena langkah Aldian blunder sekali. Saya curiga, langkah Aldian sebagai kader PDIP justru akan mengkhianati perjuangan partainya sendiri, yaitu PDIP yang sedang memperjuangan Basuki Tjahja Purnama dalam Pilkada DKI Jakarta,” terangnya.

RUMAH SBY2Taufiqurokhman juga curiga, kalau benar aktor di balik penyerangan dan dugaan aktornya demo geruduk di rumah SBY adalah Aldian, maka suatu tindakan ceroboh dan kurang perhitungam matang. Bisa membuat masyarakat antipati terhadap tindakan Kader PDIP tersebut. Sebagai sesama mantan aktivis, Taufiqurokhman menghimbau dan mengingatkan Aldian, “Janganlah Menjadi ‘Soeharto Kecil’ yang saat ini menjadi anggota DPR RI pilihan rakyat Bogor yang mengecewakan rakyat dengan menunjukan sikap arogansi dan memprovokasi adik-adik mahasiswa juniornya. Nanti kalau juniornya melakukan hal yang sama pada seniornya pasti tidak menyenangkan juga,” paparnya.

Taufiqurokhman, mengingatkan jika benar dugaan aktornya adalah Aldian Napitupulu, maka kelakuan yang kurang terpuji tersebut sebaiknya segera dihentikan. Karena efeknya Bisa membuat simpatisan SBY menguat dan justru akan menimbulkan simpati yang luar biasa bagi pasangan Pilkada DKI Jakarta No 1 AHY. “Jika ini diteruskan bukan hal mustahil AHY bisa mendapatkan simpati yang kuat. Sehingga Pilkada bisa satu putaran dimenangkan pasangan AHY – Sylviana Murni. Jelas perilaku Aldian akan merugikan pasangan Ahok dan Djarot,” tegas Taufiqurokhman.

Tidak lupa, dia juga juga meminta aparat kepolisian bisa segera mengusut siapa pelaku atau aktor di belakang demo geruduk rumah SBY. “Jangan sampai insiden ini jadi modus melakukan gerakan-gerakan lain karena polisi tidak bisa mengungkap siapa pelaku atau aktor yang membiayai demo tersebut,” pungkasnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *