Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Ratusan Radja dan Sultan se-Nusantara Berkumpul, Bahas Soal Pemerintahan Jokowi

Taufiqurokhman.com – Dewan Adat Nasional mengundang sekitar 100 Radja dan Sultan se-Nusantara untuk merumuskan serta bersilaturahmi antar daerah dengan berbagai latar belakang dan pemikiran sesuai perkembangan kultur dan daerahnya masing-masing, Rabu (14/4/2016) kemarin

Pertemuan yang digelar di Gedung Pola, Jalan Proklamasi No 1 itu juga tak hanya sekedar bersilaturahmi saja, melainkan juga merumuskan sebagai bahan masukan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ada beberapa pemikiran serta ide-ide strategis yang telah dibahas dalam pertemuan tersebut, namun karena sifatnya rahasia, maka ide tersebut belum boleh disampaikan ke media sosial sebagai bahan pernyataan ke publik. Dimana ide tersebut nantinya akan diserahkan langsung kepada pemerintah oleh Dewan Adat Nasional.

Kendati demikian, Yang Mulia Pemangku Kerajaan Atjeh di Tanah banten, Radja Muda DT. Dr. Taufiqurokhman telah memberikan sedikit bocoran yang dimana salah satunya boleh disiarkan ke publik. Setidaknya, ada tiga bocoran yang disampakan olehnya. Apa saja?

“Jadi yang pertama itu, para Radja dan Sultan telah mendukung penuh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk lima tahun pemerintahan. Kedua, para Radja dan Sultan bertemu dengan Menteri Pertahanan dan Kabadiklat Kemenangan untuk mendukung dan menyetujui terhadap Gerakan Bela Negara sebagai langkah salah satunya memperkuat perjuanganNKRI yang merupakan harga mati bagi para Radja dan Sultan serta memerangi Bahaya Darurat Narkoba yang merupakan kejahatan trans internasional dan sudah dideklarasikan sebelumnya di Makasar bersama menteri Dalam Negeri. Dan yang ketiga adalah dimana para Radja dan Sultan se-Nusantara mengutuk keras perilaku penyimpangan korupsi yang akan merusak perjuangan bangsa Indonesia,” jelas Taufiqurokhman.

Taufiqurokhman juga menegaskan, bangkitnya semangat para Radja dan Sultan di daerah dikarenakan mereka khawatir melihat kondisi perekonomian dan gaduhnya dari para elite dan partai politik yang selalu saja mengedepankan kepentingan golongan dan kelompok serta partai politiknya demi masuk di kekuasaan termasuk berebut menteri dan kabinet kerja pemerintahan Jokowi.

“Kami mengutuk perilaku elite yang selalu mendesak-desak Presiden agar kelompoknya dapat diakomodir dalam kabinet kerja,” tegasnya.

Rencananya, bulan depan, para Radja dan Sultan se-Nusantara akan kembali menggelar pertemuan di Kesultanan Demak.

“Harapannya Presiden Jokowi dan Menteri Polkam bisa hadir di acara tersebut,” pungkasnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si merupakan seorang mantan DPRD Banten. Kini beliau bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *