Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Ragam Pangan Hutan dan Gambut Indonesia Dipamerkan ke Oslo

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Indonesia menyimpan beragam pangan yang dihasilkan dari keanekaragaman hayati yang tinggi. Keragaman pangan dan pengetahuan tentang manfaat pangan bahkan banyak disimpan ratusan tahun sebelumnya oleh nenek moyang di Nusantara dan selayaknya menjadi bagian dari kekayaan varian nutrisi dunia.

Kemitraan, sebagai organisasi masyarakat sipil yang peduli terhadap kelestarian dan kemanfaatan keanekaragaman hayati di Indonesia, menjalin kerjasama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Badan Restorasi Gambut (BRG) sebagai upaya melindungi dan melestarikan kekayaan sumberdaya alam juga pangan di kawasan hutan dan gambut.

Hal ini selaras dengan upaya memperluas pemahaman masyarakat dunia terhadap pentingnya ekosistem hutan dan gambut yang lestari sebagai sumber penghidupan dan keragaman pangan lokal masyarakat.

Pun, Kemitraan menggandeng lembaga social enterprise yang bergerak dalam produksi pangan organik Nusantara, Javara untuk berpartisipasi pada pameran Food Diversity from Tropical Forest & Peatlands. Pameran tersebut sebagai bagian dari Indonesia Festival yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Norwegia pada 29-30 Juni di Oslo.

Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri, Hendra Halim mengatakan Festival Indonesia Oslo ini pertama kali diadakan di Norwegia dan diharapkan akan menjadi salah satu festival Indonesia terbesar di kawasan Nordik. “Terlebih lagi pada tahun 2020, RI-Norwegia akan memperingati hubungan diplomatik yang ke-70 tahun,” ujar Hendra di Javara Indigenous Indonesia, Jakarta Selatan.

Tujuan penyelenggaraan pameran ini adalah menginformasikan produk-produk kultural, kuliner, dan ekowisata dar kawasan hutan serta gambut terhadap masyarakat Norwegia, serta mempromosikan kekayaan alam, budaya, juga pangan khas dari Indonesia.

Pameran akan menghadirkan produk-produk pangan Nusantara, baik hasil sumber daya alam dan produksi masyarakat lokal, serta adat yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan gambut. Produk-produk pangan organik karya seniman pangan Javara yang telah berhasil menembus standar internasional Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang juga ikut hadir.

Dalam pameran tersebut, Javara akan menampilkan acara interaktif yang melibatkan kelima indera perasa, yakni “Food Culture Talk & Tasting Workshop: Biodiversity, Culture & Gastronomy” mencakup lima sesi workshop. Yakni pedas berbumbu, garam kepulauan, gula lestari, pewarna makanan alami, dan pelestarian kopi.

“Javara berupaya memperbaiki rantai suplai kapasitas produksi, memperbaiki keamanan lingkungan kerja, dan memasarkan produk secara nasional serta internasional dengan mengusung harga jual premium bagi petani dan produsen,” ujar pendiri Javara, Helianti Hilman.

Selain itu, pameran juga akan emnghadirkan Pop Up Cafe oleh Indonesia Conservation Coffee x Koperasi Klasik Bean. Kafe ini adalah demo seduh kopi gratis oleh petani Indonesia yang sudah mempraktekkan pendekatan konservasi dalam pengelolaan budidaya kopi, dan sudah memperoleh pelatihan sebagai Q-grader kopi.

Penyelenggaraan Indonesia Festival yang diusung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Norwegia ini diselenggarakan beberapa hari sebelum Trondheim Conference. Trondheim Conference adalah konferensi internasional tentang biodiversitas pada 2-5 Juli 2019.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *