Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Pramono Anung Bantah Ada Pihak Halangi Pertemuan Jokowi-SBY

taufiqurokhman.com – Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah ada pihak yang menghalangi keinginan Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Kami juga membaca ada yang menghalang-halangi, sama sekali tidak ada. Semua tamu yang meminta waktu kepada Presiden Jokowi tentunya akan disampaikan oleh Sesneg atau Seskab kepada Presiden, karena mekanismenya seperti itu,” kata Pramono usai mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Pramono mengatakan selama ini pihak mana pun yang ingin bertemu dengan Presiden, maka pihak yang bersangkutan harus mengajukan permintaan pertemuan tersebut. “Apalagi Pak SBY ini kan pernah menjadi Presiden keenam, tentunya kalau memang beliau menginginkan untuk bertemu dengan Presiden dan ada permintaan. Nanti akan kami komunikasi kepada Presiden Jokowi,” katanya.

SBY menyatakan keinginannya bertemu Jokowi dalam konferensi pers hari ini. Namun rencana itu belum terlaksana karena ada tiga orang di sekeliling Presiden yang melarang Jokowi bertemu dengan dirinya. “Saya diberitahu konon katanya, ada tiga sumber yang memberi tahu saya, beliau ingin sebenarnya bertemu dengan saya. Cuma, dilarang oleh dua hingga tiga orang di sekeliling beliau. Dalam hati saya, ‘hebat juga ini yang bisa melarang Presiden kita bertemu sahabatnya yang juga mantan presiden’,” kata SBY.

SBY tidak menyebut identitas orang yang melarang Presiden bertemu dengannya. Namun, ia menyatakan pertemuan dengan Presiden Jokowi sangat penting untuk menjernihkan sejumlah isu yang menyeret namanya. SBY berencana membicarakan berbagai isu mulai dari demonstrasi 4 November 2016 hingga terkait makar. ”Kalau bisa bertemu, saya ingin bicara dengan beliau blak-blakan siapa yang beri info intelijen kepada beliau, aksi 411, menunggangi, pemboman dan urusan makar,” kata SBY. “Saya ingin melakukan klarifikasi secara baik, dengan niat dan tujuan yang baik supaya tidak menyimpan, baik saya dan Pak Jokowi, prasangka, praduga, perasaan enak tidak enak, dan saling curiga,” kata SBY.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *