Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Praktik Jual Beli Jabatan PNS Hanya Bisa Diungkap dengan Tangkap Tangan

taufiqurokhman.com – Banyak pengakuan dan laporan dari banyak orang tentang kasus jual beli jabatan, namun untuk membuktikan bahwa praktik tersebut benar-benar ada hanya dengan ‘tangkap tangan’. “Kita dengar pengakuan dari banyak orang. Kami kesulitan untuk membuktikan praktik kotor itu, kecuali dengan tangkap tangan,” ujar Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Ida Nurida di Jakarta, Senin (16/1/2017).

Lebih jauh Ida mengatakaan, banyak ASN yang bercerita padanya soal praktik tersebut. Namun, ketika mereka diminta menjadi saksi banyak yang menolak. “Mereka takut kalau jabatan terancam,” kata dia. KASN, kata Ida, kesulitan mengungkap praktik jual beli jabatan tersebut lantaran mereka membutuhkan bukti formal untuk memberhentikan seseorang dari jabatannya. “Kami hanya mengawasi. Kalau ada indikasi melanggar kami minta klarifikasi. Kalau klarifikasi itu kurang memuaskan kami selidiki. Di situ kami bisa melihat apakah ada pelanggaran atau tidak,” ujar Ida.

Menurut Ida, jika ada ASN yang terbukti melanggar, maka komisinya bisa membatalkan kenaikan jabatan atau memecat mereka. “Kalau ada indikasi pidana, ya ke penegakan hukum. Kami paling-paling hanya jadi saksi,” tandas Ida.

KASN, kata dia, sudah berusaha untuk mencegah praktik jual beli jabatan ini. Pertama, kata dia, sebelum seleksi mereka mengevaluasi calon penerima jabatan. Kemudian, KASN juga langsung memantau proses seleksi. Setelah seleksi selesai, KASN kembali mengaudit. Jika dinilai tidak melanggar maka si penerima jabatan akan dilantik. “Tapi kalau di belakang ternyata main-main kami tidak tahu. Kan kami hanya bisa memantau apakah seseorang layak atau tidak menerima jabatan. Kalau dinilai bagus ya dilantik,” ujar dia.

“Kami hanya mempersempit mereka ‘jualan’. Kalau menyelesaikan 100 persen (kasus jual beli jabatan) ya butuh waktu. Apalagi kami tenaganya kurang,” tutup Ida Nurida.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *