Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Polusi Udara di Satu Negara Berdampak Buruk Bagi Negara Lain

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Polusi udara ternyata tidak hanya berdampak di satu lokasi saja. Negara yang kadar polusi udaranya tinggi bisa saja berdampak pada negara lain. Sejumlah peneliti yang melibatkan ilmuwan dari AS, China, Kanada, dan Inggris mendalami lebih jauh seberapa besar polusi udara di sebuah negara misalnya China berpengaruh di AS dan negara di Eropa.

Di sisi lainnya, udara yang terkena polusi di satu negara dapat membuat sakit atau menjadi penyebab kematian di negara lain. Dalam laporan yang diterbitkan di jurnal Nature dan dilansir The Huffington Post menyebutkan, ada keterkaitan antara polusi udara di China pada 2007 yang menyebabkan kematian prematur 3.100 orang di AS dan negara Eropa di tahun yang sama. Secara global, 410.000 kematian di 2007 terhubung dengan polusi udara yang terjadi di negara-negara di dunia. Total, ada 3,45 juta orang yang meninggal dunia akibat polusi udara di 2007.

Polusi Udara-1Perdagangan internasional memperpendek jarak antara di mana barang diproduksi dan kemudian dikonsumsi. Penelitian itu juga menyimpulkan bahwa lebih dari 760.000 kematian terkait polusi udara di 2007 terhubung melalui barang yang diperdagangkan antar negara. “Polusi udara dapat berpindah dalam jarak jauh dan berdampak buruk pada kesehatan,” ujar Qiang Zhang, satu dari peneliti di Tsinghua University di Beijing.

Dikatakan Qiang Zhang, studi yang mereka lakukan menunjukan ada kontribusi dari perdagangan internasional yang membuat dampak polusi udara lebih jauh, terutama terkait produksi dan konsumsi. Zhang menegaskan, dirinya tidak menyalahkan satu negara yang berpolusi udara tinggi sebagai penyebab kematian di negara lain. “Polusi udara adalah masalah global yang harus diatasi bersama,” pungkasnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *