Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Pimpinan Komisi X: Alasan Wacana Pemilihan Rektor oleh Presiden Terlalu Berlebihan

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya mengatakan, wacana pemilihan rektor oleh presiden dengan alasan mencegah paham radikal di kampus merupakan hal yang terlalu berlebihan.

Kalaupun ada kasus seperti itu, kata Riefky, pemerintah seharusnya membina dan membangun komunikasi yang lebih baik lagi dengan perguruan tinggi. “Menyoroti alasan yang dikemukan bahwa rektor ditentukan oleh Presiden dengan alasan untuk menghindari penyimpangan, faham anti Pancasila, intoleransi, dan radikalisme ideologi, menurut Kami alasan tersebut sangatlah berlebihan,” ujar Riefky, Minggu (4/6/2017).

Menurutnya, pemilihan rektor tidak terlepas pada beberapa ketentuan, seperti UU Sisdiknas, UU Dikti, Perpres No 65 Tahun 2007, dan Permenristekdikti Nomor 1 Tahun 2015 yang telah diubah dengan Permenristekdikti Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/ Ketua/ Direktur pada Perguruan Tinggi Negeri.

Ia menjelaskan, dalam Ketentuan tersebut mengatur bahwa menteri yang bertanggungjawab dalam sistem pendidikan adalah menteri yang yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan. Pemilihan rektor merupakan bagian dari sistem pendidikan, dosen dapat tugas tambahan memimpin perguruan tinggi dan menteri menetapkan rektor terpilih setelah melalui mekanisme pemilihan.

“Komisi X DPR RI meminta Pemerintah harus membuka ruang dialog terlebih dahulu dengan para pemangku kepentingan khususnya Majelis Rektor PTNIyang beranggotakan 118 Perguruan Tinggi/ Politeknik Negeri se-Indonesia. Komisi X DPR RI akan mengundang Menristek Dikti untuk meminta penjelasan rencana kebijakan tersebut dalam rapat kerja yang akan dijadwalkan dalam dua minggu mendatang,” ungkap politisi Partai Demokrat itu.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *