Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Pilkada Jabar, Persaingan Sudrajat dan Emil Ketat

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mendukung pasangan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Muhammad Syaikhu untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018. Hal itu disampaikan oleh Presiden PKS Sohibul Iman didampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang Nomor 82, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017). “Hari ini kami sudah menyepakati bahwa untuk Jawa Barat kami akan mendukung pasangan Sudrajat-Syaikhu,” ucap Sohibul.

Menyikapi hal tersebut, Pengamat Politik sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Taufiqurokhman, M.Si., memprediksi bahwa Pilkada Jabar 2018 mendatang akan sangat berbeda pelaksanaannya dengan Pilkada DKI Jakarta yang baru lalu. “Alasannya, karakter pemilih di Jawa Barat sangat primordial, agamis, dan kental dengan budaya Sunda yang kuat,” jelas Taufiq.

Sejak dahulu, lanjut Taufiq, masyarakat Jawa Barat sangat cair dan dalam menyikapi isu-isu ras, jauh panggang dari api. “Jadi, bila ada yang menghembuskan isu yang berbau SARA, justru sangat tidak laku. Karakteristik masyarakat Jawa Barat dan warga DKI Jakarta sangat berbeda. Di DKI orang ramai dengan kasus reklamasi. Di Jawa Barat isu Jokoisme juga tidak akan berpengaruh. Dalam kondisi ini justru pengusaha jauh-jauh hari sudah mencoba masuk dengan Meikarta yang izinnya sampai sekarang belum selesai. Dan ini juga tidak akan punya pengaruh apa-apa bagi masyarakat Jawa Barat,” terangnya.

Lebih jauh Taufiq menjelaskan, sebaliknya untuk membatasi adanya isu-isu yang tidak penting, sebaiknya Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan pertanyaan menyangkut Meikarta kepada semua calon gubernur terhadap pengembangan property di daearh Jawa Barat, utamanya tentang izin.

Ridwan KamilMenyoal persaingan antar-calon Gubernur Jawa Barat, Taufiq berkomentar figur Ridwan Kamil dan Sudrajat, dua-duanya adalah tokoh Sunda yang pasti akan sangat ketat dalam bersaing. “Alasannya, karena calon yang diusung partai tertentu yang sudah mendeklarasikan diri ternyata hari ini ditinggalkan dua partai lainnya dengan mengusung Sudrajat menjadi calin gubernur berpasangan dengan Syaikhu. Alasan lain, satu calon yang sudah tidak dapat kereta yang kemudian menarik dukungan dari Emil kemudian maju mungkin akan terkena imbas dengan kasus yang juga isu menjadi tersangkanya Ketua Umum yang sekaligus Ketua DPR oleh KPK. Jadi dua calon tersebut mungkin hanya pelengkap atau pendamping saja,” papar Taufiq.

Perbedaan lain antara Pilkada Jabar dan Pilkada DKI Jakarta, jelasnya, Pilkada Jabar hanya akan berlangsung satu putaran sedangkan Pilkda DKI dua putaran dan itu hanya berlaku untuk DKI. Saat itu, figur alternatif seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hanya menjadi pengumpul suara sermentara dan masyarakat Muslim saat itu belum tahu siapa yang lebih unggul antara Anies dan AHY. Najh, ketika 17 persen masyarakat DKI Jakarta memilih AHY, pada putaran kedua suara tersebut langsung tercurah pada pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Ketika Pilkada DKI ada hal lainnya yang yang dikembangkan terhadap partai penista, namun di Jabar itu tidak akan berlaku. Karena, kata Taufiq, karakter dan figur calon gubernurnya sangat berbeda dengan calon gubernur DKI Jakarta. “Saat itu ada figur Ahok yang nota bene tidak beruntung karena kasus penistaan Surah Al Maaidah 51. Akan tetapi, jelas Taufiq, di Jabar figur calon gubernurnya selain sangat Sunda, mereka juga sudah sangat dikenal lama oleh masyarakat Jabar. Sehingga isu partai yang disamakan dengan di Jakarta tidak akan berlaku untuk pemilih di Jabar,” paparnya.

Pada Pilkada Jabar, kata Taufiq, Ridwan Kamil sebagai cagub konon sampai hari ini memiliki elektabilitas tinggi itu masih dinamis terhadap siapa calon wakil gubernurnya. “Nama Uu dan nama Saan Mustopa bersaing ketat untuk menjadi calon wakil gubernur mendampingi Ridwan kamil. Begitu juga, Sudrajat dengan Syaiku dengan partainya Gerindra dan PKS juga sudah sangat melekat di hati masyarakat Jabar. Jadi sekali lagi, pertarungan Sudrajat dan Ridwan Kamil di Pilkada Jabar akan berlangsung ketat dan seru mengingat pemilih Jabar, 18 persen dari seluruh pemilih yang ada di Indonesia. Ini artinya, 43 juta pemilih ada di Jawa Barat,” pungkas Taufiq.

Post Author
admin123
Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *