Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Moestopo: Stop Narkoba dan Bullying

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa dan mahasiswa harus menyelesaikan kuliahnya agar kelak bisa menjadi pemimpin bangsa. Hal tersebut diungkapkan Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso di Universitas Prof. Moestopo (Bearagama), Senin (28/8/2017). “Negara ini pada masa depan akan diisi oleh para mahasiswa dan masalah utama mahasiswa adalah menjaga kesehatannya dan harus bebas narkoba. Jika kesehatan terganggu karena mengkonsumsi narkoba, maka akan mempengaruhi kesehatan lain dan ujungnya akan berpengaruh pada usia manusia,” papar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang kerap disapa Buwas ini pada acara PKKMB Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Buwas5Dalam ceramah singkatnya di depan ratusan mahasiswa baru UPDM (B) Buwas mengatakan, bangsa Indonesia saat ini menjadi pangsa pasar terbesar di dunia. Menurutnya, dari jumlah narkoba yang beredar di dunia, Indonesia termasuk penerima pasokan terbesar. “Shabu, produksi China saat ini ada sekitar 250 ton pertahun. Dari jumlah tersebut bisa dibayangkan, berapa ratus ribu manusia yang sudah diracuni shabu. Belum lagi jenis ekstasi yang jumlahnya mencapai 1,2 juta butir yang sudah tertangkap. Ini adalah bukti pangsa pasar indonesia saat ini disebut terbesar. Itu sebabnya hal ini harus dihentikan karena merusak generasi bangsa,” tegas Buwas.

Buwas11Dijelaskan Buwas, Indonesia saat bukan hanya sekedar darurat narkoba, namun sudah menjadi bencana. Menurutnya, bisa dibayangkan satu jenis narkoba bernama shabu dikonsumsi misalnya oleh satu gram oleh satu orang dengan jumlah 6 juta orang. “Bisa dibayangkan dalam satu minggu saja, diperlukan enam juta ton shabu. Maka dalam satu tahun sudah berapa jumlahhya,” terangnya.

Buwas9Hal yang lebih memprihatinkan, ada yang mengatakan bahwa narkoba yang masuk ke Indonesia tidak ada yang keluar lagi, hanya sebagian kecil saja yang keluar dari Indonesia, yakni ke Australia. “Jadi semua terserap habis hanya di Indonesia. Inilah yang merusak generasi muda Indonesia. Ini masalah demand atau permintaan yang sudah besar, maka suplainya akan terus besar masuk ke Indonesia,” tegas Buwas pada acara yang juga dihadiri oleh Rektor UPDM (B) Prof. Dr. Rudy Harjanto,. M.Sn.

Buwas17Buwas melanjutkan, tantangan bangsa Indonesia ke depan adalah memerangi narkoba. Sejarah Tiongkok mencatat, Tiongkok bisa dikuasai oleh Inggris saat itu karena dihantam oleh narkoba. Menurutnya, bukan tidak mungkin Indonesia akan jadi Tiongkok berikutnya bila bahaya laten narkoba tidak segera bisa diatasi. “Saat ini seluruh perguruan tinggi sedang membahas bagaimana upaya pencegahan Narkotika. Berbagai Ilmu pemgetahuan dan pakar banyak membahas narkotika dan bagaimana pencegahannya serta penanggulanganya. Generasi muda terutama mahasiswa harus tahu akan bahaya narkoba. Seperti yang dikatakan Presiden Jokowi, Indonesia darurat narkoba dan Indonesia menyatakan perang terhadap narkoba,” pungkas Buwas.

TaufiqDekan FISIP UPDM (B), Dr. Taufiqurokhman, M.Si., mengaku setuju dengan apa yang disampaikan Buwas. Dr. Taufiqurokhman mengatakan, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini sudah semakin marak dan dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa Indonesia di kemudian hari. “Pemuda, utamanya mahasiswa sebagai generasi yang diharapkan bisa menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Mereka jadi tidak dapat berpikir jernih yang mengakibatkan generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan,” jelas Dr. Taufiqurokhman.

Dikatakan Dr. Taufiqurokhman, sasaran dari penyebaran narkoba adalah kaum muda atau remaja. Bila dirata- ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar hingga mahasiswa, yaitu berkisar usia 11 hingga 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu- waktu dapat mengincar anak didik kita, kapan saja. “Perlawanan terhadap narkoba merupakan kepentingan bersama bangsa Indonesia. Penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan remaja, khususnya mahasiswa, mengancam kelangsungan masa depan bangsa. Mahasiswa merupakan generasi pembawa tongkat estafet masa depan bangsa. Karenanya negara harus bisa menjauhkan narkoba dari mereka,” tegasnya.

Selain narkoba, lanjut Dr. Taufiqurokhman, sebagai pencetak generasi penerus bangsa yang berprestasi, UPDM (B) juga tidak akan mentolerir adanya tindak bullying baik yang terjadi di tengah masyarakat maupun yang terdeteksi di kampus. “Dua hal yang tidak bisa kami tolerir adalah narkoba dan bullying,” pungkas Dr. Taufiqurokhman.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *