Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Perempuan di Negara Maju Berpotensi Alami Obesitas

taufiqurokhman.com (Glaslow) – Sebuah studi analisis dilakukan kepada mereka yang memiliki berat di atas rata-rata, yakni mereka yang mempunyai potensi bahaya terhadap kondisi berat badan berlebihan. Studi ini dilakukan di sekitar 30 negara di dunia. Demikian seperti dinukil dari laman Daily Mail. Para anak perempuan di Amerika Serikat yang masih sekolah memiliki potensi lebih besar menjadi obesitas. Diikuti juga dengan Inggris, hal yang sama juga ditemukan.

Studi ini sendiri telah meningkatkan kekhawatiran mengenai wanita dengan berat badan berlebih di usia yang masih dini, terlebih lagi kelebihan berat badan di bagian perut. Secara keseluruhan, studi ini menemukan bahwa 87% laki-laki dan 75% wanita kelebihan berat badan terjadi di negara berkembang. Perempuan di Amerika Serikat dan Inggris mejadi paling parah terhadap bahaya kelebihan berat badan. Mereka pun berisiko terkena diabetes dan kanker.

Obesity Woman dalamDi negara-negara berkembang, lebih dari 90% wanita dewasa dan 50% anak-anak mungkin menderita kondisi seperti ini. “Mengukur berat badan pada sekeliling orang bisa menjadi indikator orang dewasa berisiko terhadap penyakit diabetes, penyakit jantung sampai penyakit hati. Ketika hal itu diukur dengan pada masa kehamilan sejak dini, risiko kehamilan juga bisa terkena komplikasi,” ungkap Professor of Metabolic Medicine di Glasgow University’s Institute of Cardiovascular and Medical Sciences.

Dikatakannya, hal tersebut bukanlah bagian tubuh manusia di mana wanita dan gadis cenderung menambah berat badan mereka, sehingga hal ini menjadi sesuatu yang dikhawatirkan. Ada sejumlah negara yang menjadi negara dengan wanita dan perempuan yang memiliki berat badan paling besar di dunia. urutan pertama diduduki oleh Amerika Serikat. Kemudian disusul oleh Inggris dan Yunani. Selain itu juga terdapat Selandia Baru, Israel, sampai Irlandia.

Sedangkan untuk negara Asia yang masuk dalam daftar ini yakni Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Brunei Darussalam. Tim peneliti coba menghubungkan antara kecenderungan dalam berkonversi dan karbonhidrat yang dimakannya. Obesitas sendiri terjadi biasanya dengan mengukur masa indeks tubuh, dikalkulasikan dengan berat dan tinggi seseorang.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *