Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Masyarakat Jabar Dukung Pembentukan Tim Transisi RK dan UU

 taufiqurokhman.com (Bandung) – Sebelum dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akan membentuk tim transisi pemerintahan. Pembentukan tim transisi tersebut rencananya akan dilakukan setelah KPU Jawa Barat menetapkan dirinya dan Uu Ruzhanul Ulum sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih. Menurut Ridwan Kamil, tim transisi itu untuk memastikan janji-janji kampanye terakomodir dalam RPJMD di APBD Jabar dan sambil menunggu dilantik menjadi gubernur terpilih pada 17 September 2018 mendatang.

Lebih jauh dikatakannya, tim transisi ini juga untuk merangkul seluruh program terbaik yang muncul dari peserta Pilgub Jabar 2018. “Saya ingin merangkul semuanya. Jadi take it all. Misalnya program Asyik Preneur kita konversi bersama. Molotot.com juga, begitu juga program unggulan dari Deddy-Dedi,” jelas pria yang kerap disapa Emil ini.

Namun demikian Emil belum bisa menyebutkan secara rinci siapa saja yang akan terlibat di dalam tim transisi yang akan dibentuknya. Pastinya, tim transisi itu akan menampung seluruh janji kampanye serta mengolaborasikan program terbaik paslon Pilgub Jabar 2018. “Semua saya rangkul dalam sebuah lembaga khusus. Detailnya belum tahu seperti apa karena belum dibahas. Tapi, khazanahnya semua yang bagus-bagus akan diakomodir,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan Emil yang menyebutkan akan membentuk tim transisi, Pengamat Kebijakan Publik Dr. Taufiqurokhman, M.Si., sangat mendukung langkah tersebut. “Kami sangat mendukung sekali bila pemenang Pilkada Jawa Barat membentuk tim transisi sebagai bentuk persiapan sekaligus konsilidasi. Hal ini juga pernah dilakukan Presiden Joko Widodo saat menjadi pemenang Pilpres,” ujar Taufiqurokhman di Jakarta, Selasa (10/07/2018).

Ditegaskan Taufiqurokhman, ada beberapa point yang mendasari pentingnya dibentuk tim transisi. Pertama, memasukkan visi dan misi Gubernur Jawa Barat ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai pedoman dan landasan pembangunan di Pemerintah Jawa Barat. Kedua, memasukan kegiatan dan program Gubernur terpilih ke dalam pembahasan APBD Perubahan yang akan dibahas oleh DPRD Provinsi Jawa Barat pada bulan Juli sampai Agustus antara Pemda dalam hal in diwakili oleh Pj Gubernur Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat.

Hal terpenting lainya, kata Taufiqurokhman adalah memasukan kegiatan atau program untuk tahun berjalan APBD Perubahan 2017-2018. “Selain itu Gubernur terpilih bisa memasukan rencana perubahan pembenahan atau penguatan Satuan Organisasi Tata Lerja (SOTK) Satuan Kerja Kerja Peradangkat Daerah (SKPD). Apakah dalam SOTK dari SKPD yang ada akan dilakukan penguatan atau penambahan tugas dan fungsi (Tupoksi gubernur terpilih. Sehingga Tim Transisi akan bersinergi terhadap pembahasan Anggran perubahan yang akan diajukan antara Pemda PJ Gubernur Jawa Barat dengan legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat,” terang Taufiqurokhman.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Comments

1 Comment
  1. posted by
    Asep Saepudin
    Jul 14, 2018 Reply

    Good Job…..

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *