Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Pengamat Nilai, Ada Agenda Terselubung Dirut PLN di Balik Pencabutan Subsidi

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Menyoal kenaikan TDL yang diakui Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir sebagai pencabutan subsidi bagi pelanggan 900 volt ampere (VA), Pengamat Kebijakan Publik dan Pemerintahan, Dr. Taufiqurokhman, A.Ks., S.Sos., M.Si., dengan tegas menanyakan, ada apa di balik pencabutan subsidi tersebut. Menurut Taufiqurokhman, fenomena ini¬†memperlihatkan, ada agenda tersembunyi di balik pencabutan sudsidi oleh PLN. “Ini namanya mengatasnamakan pencabutan subsidi untuk menaikkan tarif dasar listrik,” tegas Taufiqurokhman, Jumat (16/6/2017).

Lebih jauh Taufiqurokhman, selama 10 tahun menjabat sebagai Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada masa pemerintahan SBY, dirinya masih berpikir positif terhadap Sofyan Basir yang kini menjabat sebagai Dirut PLN. Akan tetapi, dengan kenaikan TDL yang diakui sebagai pencabutan subsidi tersebut membuatnya berharap agar Dirut PLN diganti saja. “Copot saja Dirut PLN. Ganti saja dia, karena tidak peka dengan kondisi masyarakat yang tengah susah, di tengah harga-harga yang juga terus mengalami kenaikan, lantas subsidi PLN dicabut. Kebijakannya ini membuat masyarakat semakin tertekan,” paparnya.

Kebijakan Dirut PLN saat ini, kata Taufiqurokhman justru akan merusak nama baik pemerintah, terutama akan merusak Nawacita Jokowi-JK yang ingin meningkatkan taraf hidup dan¬†kesejahteraan masyarakat Indonesia. “Jangan sampai rakyat berduyun-duyun memprotes pemerintahan Jokowi-JK hanya karena ada agenda terselubung seorang Dirut PLN bernama Sofyan Basir,” pungkasnya.

Sebagai ilustrasi, mulai 1 Januari 2017, PT PLN (Persero) menaikkan tarif listrik bagi pelanggan 900 volt ampere (VA) yang dinilai tidak layak menikmati subsidi. Kenaikan tarif dilakukan bertahap, mulai 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, dan 1 Mei 2017. Terhitung mulai 1 Juli 2017, tarif mereka akan disesuaikan bersamaan dengan 12 golongan tarif lainnya yang mengalami penyesuaian tiap bulan (tariff adjustment/nonsubsidi).

PLN12Berdasarkan pemberitaan Republika.co.id Selasa (13/6/2017) TDL kembali mengalami kenaikan per 1 Juli 2017. Tanpa menyebut kenaikan pada bulan januari, kenaikan TDL untuk golongan daya 900 VA sebelumnya sudah mengalami kenaikan, per tanggal 1 maret 2017 berlaku sebesar Rp 1.034 per KWH. Lalu per 1 Mei naik kembali menjadi Rp 1.352 per KWH dan per tanggal 1 Juli tarif baru menjadi Rp 1.467,28 per KWH.

Akan tetapi, kenaikan TDL tersebut dibantah keras oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Menurutnya dia, hal yang terjadi adalah pengalihan subsidi terhadap pemakai 900 daya watt ke 450 watt. Dengan pengalihan subsidi dari 900 watt, maka masyarakat miskin yang menggunakan listrik 450 watt bertambah dari 15,5 juta menjadi lebih dari 21 juta pengguna. “Itu oleh pemerintah, harus izin DPR, jadi tidak ada kenaikan TDL. Yang kemarin diputuskan tahun lalu itu adalah 900 watt yang subsidinya tidak dilaksanakan lagi, karena memang fakta mengatakan yang 900 watt ini mereka mampu. Tapi subsidinya lebih besar dari orang miskin yang 450 watt,” kata Sofyan, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Penyesuaian tarif terutama setelah 900 watt dicabut subsidinya, kata Sofyan, adalah kebijakan pemerintah atas keputusan bersama dengan DPR. Kebijakan itu juga dilakukan setelah melihat kondisi di lapangan dimana pengguna 900 watt tidak tepat diberi subsidi. “Makanya saya betul-betul sampai hari ini tidak paham dan tidak mengerti mengapa semua pihak mengatakan TDL naik. Padahal kami tidak pernah menaikkan. Jadi, menurut saya hanya isu, mohon maaf, lebih ke arah mendiskreditkan, fitnah, baik untuk PLN maupun pemerintah,” kata Sofyan.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Comments

1 Comment
  1. posted by
    asep saepudin
    Jun 17, 2017 Reply

    Mantap tulisannya mang opik…..

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *