Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Penerapan Presidential Threshold pada Pemilu 2019 adalah Langkah Mundur

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno berharap UU Pemilu yang dihasilkan nantinya bisa memenuhi rasa keadilan semua partai politik yang menjadi peserta pemilu 2019. “Misalnya soal presidential threshold yang masih alot apakah 0% atau tetap 20%. Partai-partai masih terbelah dalam menyikapi ini,” ucap Adi, Kamis (25/5/2017).

Adi menambahkan, presidential threshold seharusya ditiadakan karena dalam Pemilu 2019, yakni Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dilaksanakan serentak. “Mestinya zero presidential threshold untuk pencapresan karena belum ada klausul acuannya seperti apa. Kan enggak mungkin presidential threshold mengacu pada hasil pileg 2014. Jelas itu langkah mundur,” tutur Adi.

Untuk pemberitahuan, saat ini Pantia Khusus RUU Pemilu dan pemerintah memang tengah membahas sejumlah poin-poin krusial yang cukup alot perdebatannya. Salah satau isu yang belum sempat dibahas adalah penentuan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold yang alot pembahasannya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *