Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Pendapatan Daerah Jawa Barat Lampaui Target

taufiqurokhman.com – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan pendapatan daerah yang berhasil dihimpun Pemprov Jawa Barat tahun 2016 lalu melampaui target. Dana tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. “Targetnya sebesar Rp 26,49 triliun, sementara realisasinya mencapai Rp 27, 69 triliun atau 104,54 persen,” ujarnya didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Pencapaian tersebut Heryawan sampaikan sebagai laporan pertanggungjawaban Gubernur Jawa Barat Tahun Anggaran 2016. Heryawan memaparkannya pada Rapat paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat, di Ruang Rapat Pripurna Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (24/3/2017). “Capaian pendapatan daerah tahun 2016 melebihi target yang telah ditetapkan sebesar 1,2 triliun rupiah,” kata Heryawan.

Dalam pemaparannya, Heryawan mengungkapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 16,26 triliun telah terealisasi sebesar Rp 17,04 triliun. Berdasarkan sumber pendapatan asli daerah, seluruhnya melebihi target yang telah ditetapkan. Sumbernya berasal dari penerimaan pajak daerah (104,76 persen), penerimaan retribusi daerah (105,09 persen), penerimaan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dapat direalisasikan (96,34 persen), dan lain- lain pendapatan asli daerah yang sah (108,32 persen).

Sementara itu, pendapatan daerah yang bersumber dari dana perimbangan mencapai 10,62 triliun rupiah dari target sebesar Rp 10,19 triliun rupiah. Sumbernya terdiri dari dana alokasi umum sebesar Rp 1,24 triliun, dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak sebesar Rp 283,44 miliar, dan dana alokasi khusus sebesar Rp 7,59 triliun.

Untuk pos pendapatan daerah yang sah, Heryawan menjabarkan realisasinya Rp 28,46 miliar rupiah dari target Rp 28,66 miliar. Angka itu setara dengan 99,3 persen. “Dananya bersumber dari hibah (99,16 persen) dan penyesuaian dana otonomi khusus (100 persen),” ujarnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *