Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Pendangkalan Sungai Citarum Akibatkan Air Terhambat ke Jakarta

taufiqurokhman.com (Purwakarta) – Pendangkalan Sungai Citarum dan anak sungai, kian memprihatinkan. Imbasnya, air yang digelontorkan dari Waduk Jatiluhur yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta (PJT) II ini tidak bisa mengalir ke hilir secara maksimal. Sehingga, air untuk keperluan irigasi (persawahan) dan air baku PDAM serta industri tersebut, kapasitasnya kurang dari yang telah ditentukan.

Direktur Operasional dan Pengembangan PJT II Jatiluhur, Antonius Aris Sudjatmiko, mengatakan, air dari Waduk Jatiluhur tidak bisa tersalurkan secara maksimal akibat dari pendangkalan Sungai Citarum dan anaknya. Bahkan, tumpukan sampah dan sedimentasi pada sungai itu, telah menutupi dua per tiga dari kapasitas saluran tersebut.

“Air yang kita keluarkan selama ini, tidak kurang dari ketentuan,” ujarnya Jumat (21/06/2019).

Sebab, Aris, jika dipaksakan air yang digelentorkan itu sesuai dengan seharusnya, maka air tersebut akan habis di tengah jalan. Sebab, airnya bisa tumpah di wilayah yang terjadi sedimentasi dan tumpukan sampah.

Karena itu, pihaknya mengurangi air yang digelontorkan ke hilir. Salah satunya, yang terjadi di saluran Tarum Barat (TB). Saluran TB ini, membawa air dari Waduk Jatiluhur ke Jakarta. Kapasitas saluran ini, mencapai 87 meter kubik per detik.

Akan tetapi, untuk meminimalisasi kebocoran atau rembesan air, maka yang digelontorkan ke wilayah Jakarta itu hanya 55 meter kubik per detik. Dengan begitu, ada 32 meter kubik yang tidak digelontorkan ke hilir.

“Akibat kondisi ini, pasti ada dampaknya terhadap kurangnya suplai air untuk irigasi maupun bahan baku PDAM. Tetapi, mau bagaimana lagi. Kalau kita paksakan digelontorkan semua, air yang ke hilir tetap tidak akan sampai sesuai yang disalurkan,” ujarnya.

Karena kondisi tersebut, pihaknya meminta seluruh pihak, untuk bersama-sama menangani masalah itu. Hal itu erutama, pihak yang sering membuang sampah ke sungai. Sebab, sampah yang dibuang berpotensi menyebabkan sedimentasi.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *