Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Pembatasan Usia Bagi Kader HMI Agar Lebih Produktif

taufiqurokhman.com (Bandung) – Rapat pleno 1 BADKO Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat yang dihadiri oleh 15 pengurus cabang yang dilaksanakan pada hari Senin-Selasa tanggal 8-9 Januari 2018 lalu merupakan momentum evaluasi dan proyeksi untuk perbaikan BADKO HMI Jawa Barat kedepan. Sebagai momentum evaluasi, forum pleno 1 BADKO HMI Jawa Barat menghadirkan fakta yang menarik, salah satunya Pengurus cabang di wilayah kerja BADKO HMI Jawa Barat mengapresiasi capaian kinerja BADKO HMI Jawa Barat di bawah kepemimpinan Achyar Al-Rasyid yang telah menorehkan berbagai prestasi khususnya di bidang internal sebagai wujud peningkatan kualitas dan perkaderan HMI.

Hal ini didasarkan pada capaian prestasi BADKO HMI Jawa Barat yang dalam waktu 6 bulan telah berhasil melaksanakan dua kali kegiatan Advance Training dan Training For Trainer KOHATI . selain dari itu, Achyar Al Rasyid sebagai ketua umum BADKO HMI Jawa Barat selalu hadir dan men-support agenda perkaderan yuang dilaksanakan setiap cabang.

Bahkan dalam berbagai kesempatan Achyar hadir dan menjadi pemateri dalam kegiatan Basic Training yang dilaksanakan di berbagai cabang di wilayah kerja BADKO HMI Jawa Barat. “Kita melihat dan merasakan betul atas kinerja BADKO HMI Jawa Barat di bawah kepemimpinan saudara Achyar Al Rasyid, dalam satu semester ini Saya sangat apresiasi atas kinerja beliau,” Ungkap Hendriawan Firmansyah selaku Ketua Umum HMI Cabang Ciamis.

Selain dari itu, pada sesi terakhir Pleno 1 BADKO HMI Jawa Barat pengurus cabang dan jajaran pengurus BADKO HMI Jawa Barat yang pada saat itu dipandu oleh Faiz Zawahir selaku Ketua Bidang Pembinaan Anggota telah menghasilkan ketersatuan gagasan yang akan dibawa oleh keluarga besar HMI Jawa Barat yang akan dibawa ke Kongres HMI ke-XXX di Ambon pada tanggal 14-21 februari yang rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo dan wakil Presiden Jusuf Kalla.

Semua cabang diwilayah kerja BADKO HMI Jawa Barat sepakat untuk mengawal gagasan adanya pembatasan usia bagi kader HMI. Hal ini berkaitan dengan tingkat efisiensi dan produktivitas perkaderan. Rizki Yusro selaku Ketua Umum HMI Cabang Bandung menuturkan, adanya pembatasan usia bagi kader HMI bukan bermaksud untuk membatasi kader HMI melainkan sebagai usaha menjadikan kader HMI lebih produktif dan fokus dalam mengurusi HMI.

senada dengan yang disampaikan oleh Ketua Umum HMI Cabang Ciamis Hendriawan Firmansyah “semoga dengan adanya gagasan pembatasan usia kader ini, menjadi solusi dan membuat kader HMI kedepan semakin produktif” ungkapnya.

Usulan pembatasan usia bagi kader HMI menjadi hal yang harus dilakukan, hal ini juga lebih dahulu dilakukan oleh sahabat-sahabat kita di PMII dan saudara kita di GMNI serta organisasi perkaderan lainnya. Adanya pembatasan usia bertujuan untuk menjadikan HMI lebih produktif dan responsif karena dipegang oleh kalangan pemuda. Jika merujuk pada undang-undang Kepemudaan nomor 40 tahun 2009 menegaskan tentang batasan usia pemuda Indonesia yakni maksimal 30 tahun. HMI sebagai organisasi perkaderan dan kemahasiswaan harus menjaga betul semangat kepemudaan ini.

Selain dari gagasan ini, forum rapat pleno 1 BADKO HMI Jawa Barat juga menghasilkan beberapa gagasan lain. Di antaranya: Pertama, Perbaikan dan perubahan point mekanisme pengesahan Kepengurusan Cabang. Dalam hasil kongres ke- XXIX Pekanbaru hanya ada batasan waktu bagi pengurus PB-HMI untuk mengeluarkan SK, Pembatasan waktu hanya ada bagi pengurus cabang untuk pengajuan SK Kepengurusan tidak ada batasan waktu bagi PB-HMI untuk mengelurkan SK. Sehingga SK cabang sangat lama dan bisa berbulan-bulan di HMI. Kedua, adanya pedoman teknis Basic Training dan pemodelan LK-1 Bagi komisariat-komisariat. Ketiga, Adanya pedoman khusus materi kepemimpinan HMI. Keempat, dibuatnya museum HMI. Kelima, Mendorong HMI untuk kembali berperan aktif dalam dunia ke-Islaman internasional dan mewarnai khazanah ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *