Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Orii, Cincin Pintar yang Bisa Dipakai Telepon

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Bagi Anda pecinta film action ala James Bond, pasti tidak asing dengan adegan di mana sang aktor/aktris berkomunikasi dengan seseorang dengan meletakkan jari telunjuknya di telinga. Ini sejatinya sudah menjadi praktik umum dalam film yang mengisahkan tentang seorang mata-mata. Nyata atau tidak, ada atau tidaknya, kini telah hadir sebuah startup asal Hong Kong bernama Origami Labs yang mencoba mewujudkan hal ini menjadi kenyataan, memungkinkan kita untuk berkomunikasi hanya dengan mendekatkan jari ke telinga, tanpa bantuan headset Bluetooth sama sekali.

Orii dalam1Buah pemikiran mereka adalah Orii. Orii dideskripsikan sebagai sebuah cincin pintar yang sanggup mengubah jari Anda menjadi ponsel. Cukup tempelkan jari dimana Orii terletak ke telinga, maka Anda dapat menelepon, mengirim pesan, membuat reminder atau mengakses sejumlah fungsi lainnya dengan bantuan asisten virtual – spesifiknya Siri dan Google Assistant.

Tanpa headset, bagaimana Anda bisa mendengarkan suara seseorang yang menelepon? Jawabannya adalah dengan memanfaatkan teknologi bone conduction, dimana Orii akan meneruskan getaran dari jari ke telinga sehingga pada akhirnya hanya Anda seorang yang dapat mendengarkan suara sang penelepon.

Orii bukannya bermaksud menggantikan smartphone Anda, melainkan menjadi extension baginya, memungkinkan Anda untuk tetap produktif meski sedang berada di tempat yang ramai. Konektivitasnya mencakup Bluetooth 3.0 sekaligus Bluetooth 4.0 LE, dan ia dibekali sepasang mikrofon noise-cancelling sehingga lawan bicara Anda juga bisa mendengar percakapan dengan jelas.

Orii sejatinya lebih pantas dikategorikan sebagai alternatif headset Bluetooth. Fisiknya cukup ringkas, kira-kira sebesar cincin dengan batu akik berukuran besar, plus tahan cipratan air dengan sertifikasi IPX7. Ia dilengkapi indikator LED untuk notifikasi, lalu sepasang tombol yang tersembunyi di kedua sisinya bisa di-tap, double tap atau long press untuk mengaktifkan beragam fungsinya, termasuk mengaktifkan Siri dan Google Assistant.

Orii dalam2Baterainya bisa bertahan selama 1 jam waktu bicara, atau 45 jam standby, sebelum perlu di-charge kembali selama sekitar 1,5 jam. Orii saat ini sedang dipasarkan melalui Kickstarter dengan harga paling murah $99 – lebih murah $60 dari estimasi harga retail-nya. Ia tersedia dalam tiga pilihan warna: sandblasted silver, metallic dark gray dan matte black.

Sekilas tentang terciptanya Orii, adalah ketika Kevin Wong berharap ayahnya bisa melakukan panggilan telepon dengan mudah tanpa harus menggunakan ponsel. Pendiri dan CEO Origami Labs, Kevin Wong dan ayahnya yang mengalami gangguan penglihatan, Peter, menguji cincin cerdas Orii di Hong Kong Cyberport, Hong Kong, China, Kamis (3/8/2017). Maka Orii pun lahir, si cincin pintar yang bisa dipakai telepon. Orii dirancang dengan konsep konduksi tulang untuk mengirimkan audio ke ujung jari. Dengan cincin ini penggunanya bisa menelepon hanya dengan menyentuh telinga menggunakan tangan yang bercincin Orii.

Pendiri Origami Labs Emile Chan berpose dengan cincin pintar Orii di telunjuk kanannya di Hong Kong Cyberport, Hong Kong, Jumat (4/8/2017). Orii dirancang dengan konsep konduksi tulang untuk mengirimkan audio ke ujung jari. Dengan cincin ini penggunanya bisa menelepon hanya dengan menyentuh telinga menggunakan tangan yang bercincin Orii. Sebelum digunakan, Orii harus disambungkan terlebih dahulu ke smartphone melalui sebuah aplikasi. Dalam aplikasi tersebut tampak Orii juga bisa digunakan untuk melakukan SMS, WhatsApp, hingga Skype. Lampu hijau berkedip dari dalam cincin Orii.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *