Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Neuroblastoma pada Anak, Kanker Tanpa Gejala

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Kanker bukan hanya dapat diderita oleh orang dewasa, tetapi juga dapat menghinggapi anak-anak. Ada banyak jenis kanker yang bisa diderita oleh anak-anak, di antaranya kanker darah, kanker otak, kanker tulang, kanker mata, dan kanker saraf atau neuroblastoma. Meski termasuk penyakit berbahaya dan mematikan, tidak ada gejala pasti dari kanker neuroblastoma.

Neuroblastoma merupakan satu jenis kanker yang cukup langka di Indonesia. Belakangan ini neuroblastoma semakin sering diperbincangkan setelah ada satu anak yang meninggal karena penyakit tersebut setelah didiagnosa neuroblastoma beberapa bulan sebelumnya. Neuroblastoma biasanya menyebabkan benjolan di perut dan bagian saraf lainnya. Namun benjolan tersebut sering keliru dengan penyakit yang biasa terjadi pada anak-anak seperti kembung.

Dokter Spesialis Radiasi Onkologi dari Siloam Hospital Simatupang, Prof. Dr. dr. Susworo, Sp.Rad(K).ONK, RAD mengatakan bahwa neuroblastoma hanya dapat dideteksi dengan pemeriksaan laboratorium. “Seorang anak bisa dipastikan menderita neuroblastoma hanya melaui pemeriksaan darah, foto rontgen dan biopsi,” ucap Susworo.

Akibat tak ada gejala yang bisa dilihat dengan kasat mata, itulah sebabnya orangtua harus memastikan kesehatan anak dengan seksama. Saat ada benjolan atau keluhan di sekitar perut yang terus menerus, sebaiknya Anda segera memeriksakan anak ke dokter. Perkembangan sel kanker pada neuroblastoma dari stadium awal hingga stadium akhir hanya berlangsung selama dua tahun. Jangka waktu ini termasuk cepat untuk pertumbuhan sel kanker. Sehingga banyak pasien neuroblastoma yang baru mendapatkan pemeriksaan ketika sudah berada pada stadium lanjut.

Pengobatan neuroblastoma sama seperti jenis kanker lainnya, yaitu kemoterapi, bedah dan radioterapi. Segala bentuk dan urutan pengobatan ditentukan oleh tingkat stadiumnya. Yang pasti, semakin dini kanker ditemukan maka semakin besar juga tingkat kesembuhannya.

Kanker pada anak termasuk neuroblastoma ini merupakan jenis kanker yang disebabkan oleh adanya kelainan kromosom sehingga kontrol terhadap perkembangan organ-organ di dalam tubuh anak tidak berjalan dengan baik. Kelainan kromosom ini bisa terjadi saat anak berada di dalam kandungan ibu, sehingga selain terjadi secara spontan, kelainan kromosom pada anak juga dipengaruhi oleh gaya hidup orangtua. “Merokok dan mengonsumsi makanan yang mengandung zat karsinogen sering menjadi pemicu utama kerusakan kromosom yang dapat berakhir dengan kanker,” kata Susworo.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *