Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Menkeu Yakin, Daya Beli Masyarakat Bisa Meningkat dengan Pembangunan Infrastruktur

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Inflasi 0,69% selama bulan Juni tahun 2017 tercatat lebih rendah di periode yang sama pada tahun lalu. Akan tetapi, dengan capaian tersebut, maka capaian inflasi selama Lebaran 2017 yang terendah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Apakah penyebab dari inflasi yang rendah selama Ramadan tahun 2017 ini? Apakah karena daya beli masyarakat yang menurun?

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui memang inflasi selama kurun waktu 10 tahun terakhir paling rendah pada tahun 2016. Sehingga hal ini menjadi salah satu yang perlu diteliti oleh pemerintah dari sisi faktor daya beli. “Namun kita juga memahami bahwa perkembangan ekonomi secara sektoral dan nasional, kontraksi atau penurunan atau pelemahan yang terjadi di sektor pertambangan, yang kemudian mempengaruhi sektor lainnya, itu terjadi puncaknya pada kuartal terakhir tahun 2016. Jadi, saya menganggap ini adalah masih menjadi imbas dari pelemahan ekonomi yang terjadi selama 2014, 2015, 2016 karena faktor komoditas dan ekspor. Sehingga imbasnya masih terasa sampai sekarang,” ungkap Menkeu di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Lebih jauh dikatakannya, Pemerintah saat ini akan terus memfokuskannya, terutama kepada daya beli masyarakat yang paling rentan. Sehingga program-program Presiden yang meminta untuk PKH dinaikkan menjadi 10 juta keluarga, belanja sosial itu, sehingga daya beli, terutama mereka yang 25% atau bahkan 40% terbawah tetap terjaga. “Kami menganggap untuk menaikkan daya beli adalah dengan confidence, jadikan itu melekat, karena itu soal dari sisi upah, yang mencerminkan produktivitas, itu mengalami tekanan pada produktivitas, di mana hampir di seluruh dunia produktivitas juga mengalami stagnasi. Ini adalah kemampuan meningkatkan daya beli dengan upah yang meningkat. Ini tantangan untuk pemerintah,” jelasnya.

Menkeu juga memaparkan yang akan dilakukan pemerintah untuk menaikkan daya beli adalah dengan pembangunan infrastruktur. Sehingga nantinya masyarakat akan terus bekerja dan berpenghasilan serta mempunyai kemampuan untuk berbelanja. “Apa yang harus dilakukan pemerintah adalah tetap fokus untuk investasi di bidang infrastruktur dan human capital, karena ini keduanya adalah faktor yang paling dibutuhkan untuk peningkatan produktivitas. Selanjutnya, tentu adalah policy reform yang akan terus dilakukan di bawah koordinasi Menko, untuk memperbaiki apa yang disebut minat investasi, karena itu akan meningkatkan apa yang disebut inovasi dan kreativitas,” pungkasnya.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *