Subscribe to newsletter

Subscribe to the newsletter and you will know about latest events and activities. Podpisyvayse and you will not regret.

Mekanisme Pemilihan Rektor Sesuai Aturan Permenristekdikti

taufiqurokhman.com (Jakarta) – Rektor dalam sebuah perguruan tinggi merupakan jabatan yang penting. Sebab rektor bertugas membawa kampus melangkah lebih maju dari yang diharapkan. Sebelum terpilih menjadi rektor, ada sejumlah mekanisme yang harus dilalui para bakal calon rektor sesuai Permenristekdikti Nomor 1 Tahun 2015 yaitu tahap penjaringan bakal calon yang dilakukan oleh senat.

Setelah menghasilkan tiga calon, nama tersebut diajukan ke Menristekdikti, lalu menteri dan senat melakukan pemilihan dalam sidang senat. Dalam hal ini menteri dapat memberikan kuasa kepada pejabat yang ditunjuk. Pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara secara tertutup.

Apabila dua calon rektor memperoleh suara tertinggi dalam jumlah sama dilakukan pemungutan suara putaran keda dengan cara sama. Baru kemudian menteri menetapkan rektor terpilih dengan perolehan suara terbanyak. Dalam pemilihan rektor, menteri memiliki suara sebesar 35%, sementara senat memiliki porsi lebih banyak yaitu 65%. Sebelumnya, mekanisme pemilihan rektor diatur dalam Permenristekdikti Nomor 1 Tahun 2010 namun dilakukan perubahan mekanisme dalam hal tata cara dikelompokan mulai dari penjaringan, penyaringan, pemilihan hingga pelantikan.

Namun, mekanisme di atas rencananya akan diubah oleh pemerintah pusat. Dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Kamis 1 Juni 2017, Mendagri Tjahjo Kumolo mengungkapkan, rencana pemilihan rektor melalui Presiden. Mekanismenya tetap berada di Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), namun harus melalui pertimbangan Jokowi. Tjahjo menjelaskan, rencana ini merupakan bagian dari integrasi keputusan politik dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Integrasi dimaksudkan untuk menguatkan ideologi Pancasila dan menghindari penyusupan paham-paham radikal ke dunia kampus.

Dr. Taufiqurokhman, M.Si adalah seorang mantan DPRD Banten yang saat ini bekerja sebagai dosen di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *